Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keluarga Orang Hilang Ajak Anak Muda Belajar Lewat Film Laut Bercerita

Kota Surabaya
3 min read
Keluarga Orang Hilang Ajak Anak Muda Belajar Lewat Film Laut Bercerita
Nobar Film Laut Bercerita di Tunjungan Plaza Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • IKOHI menyatakan terlibat mendampingi riset novel Laut Bercerita, yang menjadi dasar film tentang penghilangan paksa pada masa Orde Baru.

  • Ketua IKOHI Dandik menilai antusiasme anak muda terhadap film ini menunjukkan kepedulian pada sejarah pelanggaran HAM dan pentingnya mencegah pengulangan.

  • Dandik menyoroti pembungkaman suara yang masih terjadi karena pelanggaran HAM masa lalu belum diproses adil, sementara film dapat memicu penelusuran informasi lebih lanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Riuh tepuk tangan terdengar kala cahaya lampu studio 2 Bioskop Tunjungan Plaza 1 mulai dinyalakan usai Film Laut Bercerita berakhir, Sabtu (25/10/2026). Beberapa penonton matanya nampak sembab, pelukan hangat diiringi tangis terdengar di sudut ruangan.

Satu bioskop itu baru saja menonton film yang mungkin tak asing bagi mereka, penghilangan paksa orang-orang di massa orde baru.

Di antara para penonton itu, ada mereka Ikatan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI). Bagi mereka, Film Laut Bercerita bukan karangan belaka, ada mereka di dalamnya.

Ketua IKOHI, Dandik mengatakan, sehak awal cerita itu dibuat, IKOHI terlibat dalam proses pembuatan novel Laut Bercerita sampai. Sehingga, semua cerita di dalamnya, bersumber dari pelaku sejarah.

"IKOHI itu dari awal memang mendampingi apa, semacam menemani Mbak Leila ketika menulis apa, menulis novel Laut Bercerita tu. Risetnya kan juga dengan teman-teman saya ya waktu itu, terutama yang di Jakarta dan Jogja gitu, yang menjadi korban penculikan," ujarnya.

Dadik turut bergembira, film dan buku berlatar belakang sejarah kelam bangsa ini sangat diminati anak-anak muda. Artinya, mereka tidak abai terhadap apa yang terjadi di massa Orde Baru, terutama soal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Nah, saya kira ini satu, satu perkembangan yang cukup menggembirakan ya dalam pengertian banyak anak muda yang menyambut antusias film ini baik setelah atau belum membaca novelnya, tapi paling tidak meskipun ini film fiksi, tapi diangkat dari apa, basis fakta sejarah," jelasnya.

Lewat film berlatar sejarah seperti ini, Dadik berharap agar anak muda semakin memiliki semangat untuk terus belajar tentang apa yang dialami bangsa ini di massa lampau. Sehingga, mereka bisa menentukan apa yang harus dibuat agar sejarah kelam tak kembali terjadi.

"Nah, saya kira kenapa anak-anak muda sekarang harus belajar sejarah masa lalu, khususnya sejarah pelanggaran HAM di masa lalu, itu supaya untuk mengetahuinya, supaya mereka menjadi bagian dari unsur masyarakat yang berusaha mencegah keberulangan dari pelanggaran HAM masa lalu itu," ungkap dia.

Menurutnya, film Laut Bercerita sangat relevan dengan situasi saat ini. Pembungkam suara masih saja terjadi, meskipun sudah reformasi. Seperti misalnya penyiraman air keras oleh aktivis KontraS Andrie Yunus, penangkapan aktivis saat demo Agustus 2025 lalu dan masih banyak lagi.

"Saya kira situasi itu bukan sesuatu yang baru, situasi yang pelanggaran HAM berulang-ulang itu karena tidak adanya apa, pertanggungjawaban hukum maupun politik dari para pelakunya, tidak ada preseden hukum untuk mengadili para pelanggaran HAM, para pelanggar HAM berat," ucapnya.

Film menjadi salah satu media penting untuk mengisi ruang informasi anak-anak muda. Film juga menjadi pemicu mereka untuk menelusuri lebih jauh mengenai bagaimana sebetulnya pelanggaran HAM berat masa lalu itu terjadi.

"Nah, lebih jauh lagi, anak-anak muda bisa belajar bagaimana pelanggaran-pelanggaran HAM berat masa lalu itu tidak diproses secara adil lewat proses hukum yang yang memenuhi rasa keadilan para korban yang itu mengakibatkan terjadinya keberulangan pelanggaran-pelanggaran HAM berat sekarang," pungkas dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More