Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Surabaya Mulai Olah Sampah Jadi Energi dengan Mesin Pirolisis

20260111_100510.jpg
Aktivitas pengelolaan sampah di Taman Flora Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya sih...
  • Dinas Lingkungan Hidup Surabaya mengoperasikan mesin pirolisis pada 2026 untuk mengubah sampah menjadi energi alternatif.
  • Teknologi pirolisis memanaskan bahan organik tanpa oksigen, menghasilkan bahan bakar minyak, gas, dan biochar dari sampah.
  • Mesin pirolisis dirancang untuk mengolah 150 ton sampah per hari, dengan rencana penggunaan lebih luas di masa depan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mulai mengoperasikan mesin pirolisis pada tahun 2026 ini. Yakni sebuah teknologi pengolahan limbah yang mengubah sampah menjadi energi alternatif ramah lingkungan.

Teknologi pirolisis bekerja dengan memanaskan bahan organik seperti plastik, karet, dan biomassa pada suhu tinggi tanpa oksigen. Proses ini menghasilkan produk bernilai tambah berupa bahan bakar minyak, gas, serta arang atau biochar. Selain mengurangi volume sampah, teknologi ini juga berpotensi menjadi sumber energi alternatif.

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedi Irianto, mengatakan mesin pirolisis tersebut sudah tersedia dan mulai memasuki tahap uji coba. “Mesinnya sudah ada. Kemarin sudah dicoba, dan sekarang mulai tahap uji coba. Targetnya tahun ini sudah bisa operasional,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Menurut Dedi, secara teknis mesin pirolisis sudah siap digunakan. Namun, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang akan menjadi lokasi pendukung masih dalam tahap perencanaan dan dijadwalkan mulai dibangun tahun ini hingga Desember 2026.

“Mesinnya sudah jadi dan siap beroperasi, tapi TPST-nya memang belum dibangun. Itu masih dalam rencana pembangunan tahun ini,” jelasnya.

Mesin pirolisis tersebut dirancang sebagai bagian dari sistem TPST untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah. Kapasitas pengolahan mesin ini mencapai 150 ton sampah per hari.

Dedi menjelaskan, sampah yang masuk tidak langsung diproses. Tahap awal dilakukan pemilahan di TPS 3R. Sampah yang masih memiliki nilai jual akan dipisahkan, sementara residu yang tidak laku baru dimasukkan ke mesin pirolisis untuk diolah menjadi RDF.

“Semua sampah dipilah dulu. Yang masih bisa dijual dipisahkan, yang tidak laku atau residunya baru masuk ke mesin pirolisis,” paparnya.

Ke depan, DLH Kota Surabaya menargetkan teknologi ini bisa diterapkan lebih luas. Seluruh TPS 3R berpotensi dipasangi mesin pirolisis, namun penerapannya akan dilakukan secara bertahap.

“Sekarang ini baru satu mesin sebagai percontohan. Kita lihat dulu efektivitasnya. Kalau memang terbukti efektif dan baik, baru kita terapkan di lokasi lain,” pungkas Dedi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

42 Dapur MBG Berhenti Operasional, Emil Tegaskan Tak Ganggu Distribusi

11 Jan 2026, 19:28 WIBNews