Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Remaja Korban Pelecehan Oleh  Keluarga Akan Ditempatkan di Shelter

Remaja Korban Pelecehan Oleh  Keluarga Akan Ditempatkan di Shelter
Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times)

Surabaya, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya berencana menempatkan remaja berinisial B (12) korban pelecehan oleh ayah kandung, kakak dan dua pamannya ke shelter. Hal ini agar korban mendapatkan pendampingan psikologis. 

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayanti mengatakan, rencana membawa B ke shelter menunggu kondisi korban lebih baik. Saat ini, korban telah pindah bersama ibunya dari rumahnya di Tegalsari ke rumah susun (rusun) tempat tinggal neneknya di Kecamatan Simokerto. 

"Kalau memungkinkan akan saya bawa ke shelter tapi nunggu nyamannya anak karena agak shock," ujarnya, Sabtu (20/1/2024). 

Ida bilang, korban telah mengalami pelecehan sejak kelas 4 SD. Korban baru berani menceritakan kepada ibunya beberapa pekan lalu. Bahkan, korban juga sempat bercerita kepada tetangganya. 

"Shock, karena sepertinya korban sudah pada titik gak kuat menanggung, memendam ini akhirnya menceritakan ke tetangga. Tapi belakangan diamati tetangga kok tambah murung, tambah murung," ungkap dia. 

Kini DP3APPKB Kota Surabaya tengah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk memindahkan sekolah korban. Nantinya, korban akan bersekolah di dekat shelter. 

"Saya sudah koordinasikan dengan Dispendik kaitan pendidikan, kalau memungkinkan pindah sekolah dekat shelter. Agar lebih aman didampingi konselor setiap hari," jelasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Remaja Surabaya berinisial B (12) diduga dilecehkan ayah kandungnya E (43), kakak kandung A (17) dan dua pamannya R (47) dan I (43). Mereka tinggal dalam satu rumah yang berada di kawasan Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Bibi korban, SN (41) mengatakan, dirinya sendiri kaget mengetahui ternyata empat orang pria yang tinggal satu rumah dengannya melakukan pelecehan kepada keponakannya.

"Saya gak tahu kalau bapaknya kayak gitu, gak nyangka," ujar NH saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/1/2024). 

Rumah yang ditinggali korban ini dihuni tiga Kepala Keluarga (KK). Rumah tersebut memiliki tiga kamar. Satu kamar ditempati SN dan suami, satu kamar ditempati korban, ayah korban dan ibu korban,  satu kamar ditempati pelaku bernama R. Sementara kakak korban tidur di ruang tengah lantai dua, dan pelaku I tidur di ruang tamu.

"Sekarang korban tinggal di rumah neneknya di rumah susun bersama ibunya," katanya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Dapur MBG di Ngawi Meledak, Satu Pekerja Luka Bakar

09 Apr 2026, 08:49 WIBNews