Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

SPMB Jatim 2026 Dibuka, Ini Skema Tahap dan Kuotanya

SPMB Jatim 2026 Dibuka, Ini Skema Tahap dan Kuotanya
Potret portal SPMB Jawa Timur 2025 (spmbjatim)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) resmi meluncurkan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan skema baru yang lebih sistematis, termasuk perubahan tahapan dan pembagian kuota di setiap jalur seleksi.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini dibagi dalam empat tahap utama dengan rincian teknis kuota yang lebih jelas untuk menjamin transparansi dan keadilan.

Tahap pertama dimulai dari jalur domisili pada 11 - 15 Juni 2026. Untuk jenjang SMA, kuota jalur ini sebesar 20 persen, sementara SMK sebesar 10 persen. Berbeda dari tahun sebelumnya, jalur domisili kini dibuka lebih awal di tahap pertama.

Tahap kedua digelar pada 17 - 23 Juni 2026, meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba. Pada jenjang SMA, kuota afirmasi mencapai 30 persen, terdiri dari ADEM 13 persen, keluarga tidak mampu 7 persen, anak buruh tidak mampu 5 persen, serta disabilitas 5 persen.

Sementara untuk SMK, jalur afirmasi disediakan 15 persen, dengan rincian ADEM 7 persen, anak buruh 5 persen, dan disabilitas 3 persen. Di tahap yang sama, jalur mutasi diberikan kuota 5 persen, terdiri dari 3 persen untuk perpindahan tugas orang tua dan 2 persen untuk anak guru atau tenaga kependidikan.

Adapun jalur prestasi lomba juga mendapat porsi 5 persen, yang terbagi atas 2 persen prestasi akademik dan 3 persen non-akademik, termasuk ketua OSIS, kepanduan, hingga penghafal kitab suci.

Pemprov Jatim juga menyiapkan skema khusus berupa golden ticket, yakni satu kursi untuk ketua OSIS dan penghafal kitab suci di setiap SMA/SMK.

Tahap ketiga adalah jalur nilai prestasi akademik SMA dengan kuota 25 persen yang dibuka pada 24 - 29 Juni 2026. Sedangkan tahap keempat untuk SMK melalui jalur nilai prestasi akademik dengan kuota terbesar, yakni 65 persen, berlangsung pada 30 Juni - 4 Juli 2026.

"Seluruh tahapan disusun agar mudah dipahami dan bisa diakses secara transparan oleh masyarakat,” ujar Khofifah, Rabu (8/4/2026).

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Pemprov Jatim akan menggelar sosialisasi di lima titik Bakorwil pada 9 - 24 April 2026. Kegiatan ini mencakup wilayah Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, hingga Pamekasan dengan total ratusan peserta dari berbagai cabang dinas pendidikan.

Selain sosialisasi terpusat, Dinas Pendidikan juga mendorong sosialisasi masif oleh seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur.

“Upaya ini diperkuat dengan dashboard berbasis teknologi yang disiapkan Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPT TIKP) untuk memantau pelaksanaan sosialisasi secara realtime,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menambahkan, pihaknya juga membentuk Posko SPMB 2026 guna memberikan layanan informasi, konsultasi, serta penanganan kendala selama proses pendaftaran. Posko layanan informasi dan konsultasi ini, untuk membantu wali murid maupun calon murid baru apabila ada kendala.

"Posko SPMB 2026 kami buka diseluruh sekolah negeri dijam sekolah termasuk kantor-kantor cabang dinas diseluruh wilayah dan juga di posko utama dinas pendidikan di kantor TIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,"ungkapnya.

“Posko tersedia secara luring di kantor Dinas Pendidikan, cabang dinas, dan satuan pendidikan, serta daring melalui laman resmi spmb.jatimprov.go.id,” tanbah Aries.

Aries menegaskan bahwa SPMB tahun ini juga diperkuat dengan layanan berbasis AI untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat, mudah, dan responsif sesuai dengan juknis.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Pria 70 Tahun di Tulungagung Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Tetangga

08 Apr 2026, 19:21 WIBNews