Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ramai Dibahas, Pakuwon Buka Alasan Mal Dipagari

Ramai Dibahas, Pakuwon Buka Alasan Mal Dipagari
Kondisi pagar di Pakuwon Mall Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • Pakuwon Group memasang pagar di beberapa mal Surabaya seperti Pakuwon Mall, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall untuk alasan keamanan serta penataan kawasan, bukan karena isu ekonomi.
  • Direktur Marketing Sutandi Purnomosidi menegaskan kinerja bisnis ritel Pakuwon tetap positif pada semester pertama 2026 dengan tingkat kunjungan mal yang tinggi selama libur sekolah.
  • Setiap lokasi memiliki alasan berbeda: di Pakuwon Mall untuk keselamatan pejalan kaki, di Royal Plaza mengganti pagar lama, dan di Tunjungan Plaza demi antisipasi aksi demonstrasi sekitar Grahadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group di Surabaya memicu perhatian publik. Langkah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan isu perlambatan ekonomi. Namun, pengelola memastikan pembangunan pagar tidak ada hubungannya dengan kondisi ekonomi maupun antisipasi situasi sosial tertentu.

Sejumlah mal yang mulai memasang pagar di antaranya Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Di Pakuwon Mall misalnya, pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter telah mengelilingi sebagian area, sementara di Royal Plaza proses pembangunan masih berlangsung.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi menegaskan, pemasangan pagar dilakukan murni untuk meningkatkan aspek keamanan dan penataan kawasan. "Tidak ada antisipasi apa pun. Kita yakin Indonesia aman, sejahtera. NKRI harga mati," ujarnya.

Sutandi membantah anggapan bahwa pembangunan pagar dipicu lesunya ekonomi. Menurutnya, kinerja bisnis ritel Pakuwon Group justru menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. "Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini," katanya.

Ia menyebut kondisi tersebut juga tercermin dari laporan keuangan perusahaan yang terbuka untuk publik sebagai perusahaan terbuka (Tbk). Selain itu, tingkat kunjungan mal selama libur sekolah juga dinilai tetap tinggi. "Kalau kondisi retail pun sampai kemarin libur sekolah, semua baik-baik saja," ungkapnya.

Sutandi menjelaskan, alasan pemasangan pagar berbeda di setiap mal. Di Pakuwon Mall, pagar dipasang setelah beroperasinya Jalan Radial untuk melindungi pejalan kaki dari potensi kecelakaan. "Itu karena Radial Road baru saja dibangun. Jadi kami mengantisipasi terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengunjung yang berjalan kaki ke mal," jelasnya.

Sementara di Royal Plaza, pagar lama diganti karena kondisinya telah keropos setelah digunakan hampir satu dekade. "Besinya sudah keropos. Jadi kami ganti dengan bahan pagar yang lebih kokoh. Kebetulan waktu pengerjaannya berdekatan dengan lokasi lain," katanya.

Pakuwon Group juga berencana memasang pagar di kawasan Tunjungan Plaza (TP). Untuk lokasi ini, Sutandi mengakui faktor keamanan saat aksi demonstrasi di sekitar Gedung Negara Grahadi turut menjadi salah satu pertimbangan.

"Kalau di TP memang sekalian kami bangun pagar untuk pengamanan kalau ada aksi di Grahadi. Daripada petugas keamanan harus bolak-balik menggeser barikade," bebernya.

Ia mengibaratkan fungsi pagar mal sama seperti pagar rumah, yakni sebagai bentuk perlindungan aset dan pengunjung. "Kalau orang punya rumah, pasti juga memasang pagar untuk keamanan. Jadi jangan langsung dikaitkan dengan hal-hal lain," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More