Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lolos Kuliah, Orang Tua Meninggal? UC Bayarin Sampai Lulus

Lolos Kuliah, Orang Tua Meninggal? UC Bayarin Sampai Lulus
Universitas Ciputra beri beasiswa bagi mahasiswanya hingga miliaran rupiah. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program perlindungan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang kehilangan orang tua sebagai pencari nafkah agar tetap bisa kuliah hingga lulus.
  • Hingga pertengahan 2026, sebanyak 18 mahasiswa telah memanfaatkan program ini dengan total pertanggungan mencapai Rp1,9 miliar tanpa syarat prestasi akademik maupun nonakademik.
  • Lebih dari 4.500 mahasiswa UC sudah terdaftar dalam skema perlindungan ini yang bekerja sama dengan PT Asuransi Ciputra Indonesia sebagai jaring pengaman pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Fenomena calon mahasiswa yang batal kuliah setelah lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akibat tak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih menjadi persoalan di Indonesia. Sementara jika harus kuliah di swasta, kendala biaya juga jadi keluhan utama.

Nah, untuk mengantisipasi mahasiswa putus kuliah karena persoalan ekonomi, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menerapkan skema perlindungan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang kehilangan orang tua sebagai pencari nafkah.

Melalui program tersebut, UC Surabaya memastikan mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus meski orang tua meninggal dunia. Hingga pertengahan 2026, program ini telah dimanfaatkan 18 mahasiswa dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp1,9 miliar.

Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra, Michael Herry Tera mengatakan, kehilangan pencari nafkah utama sering kali membuat mahasiswa terancam menghentikan studi. Karena itu, kampus mengambil langkah preventif agar kondisi tersebut tidak berujung pada putus kuliah.

"Kehilangan sosok pencari nafkah tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Namun kami percaya, musibah tidak boleh memutus kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan hingga lulus," ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Tera menjelaskan, mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia cukup melapor kepada program studi atau bagian keuangan dengan melengkapi dokumen seperti akta kematian dan kartu keluarga. Setelah proses administrasi selesai, biaya kuliah akan ditanggung hingga mahasiswa menyelesaikan studi.

"Setelah proses administrasi selesai, dananya akan cair dan dipakai untuk pembiayaan kuliah sampai mereka di semester delapan selesai," katanya.

Ia menegaskan, program tersebut tidak mensyaratkan prestasi akademik maupun nonakademik. Seluruh mahasiswa Universitas Ciputra mendapatkan perlindungan yang sama apabila memenuhi kondisi yang dipersyaratkan.

"Program ini benar-benar kami berikan kepada semua mahasiswa. Kami tidak melihat nilainya bagaimana atau prestasinya bagaimana. Semua mahasiswa mendapatkan perlindungan ini," tegasnya.

Saat ini, lebih dari 4.500 mahasiswa Universitas Ciputra telah didaftarkan dalam program perlindungan biaya pendidikan tersebut.

Sementara itu, President Director PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life), Hengky Djojosantoso mengatakan, perlindungan biaya pendidikan diharapkan menjadi jaring pengaman agar mahasiswa tetap bisa menyelesaikan pendidikan meski keluarga mengalami musibah kehilangan pencari nafkah.

"Harapannya, kehilangan orang tua tidak berarti anak harus putus sekolah, tetapi anak bisa tetap melanjutkan sekolahnya sampai selesai," pungkasnya.

Share Article
Curated For You
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More