Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wisman yang Mampir Jatim Tembus 23.775, Tapi Cuma Menginap 1,5 Malam

Wisman yang Mampir Jatim Tembus 23.775, Tapi Cuma Menginap 1,5 Malam
potret jalur pendakian kawah Ijen (freepik.com/freepic.diller)
Intinya Sih
  • Februari 2026, Jawa Timur mencatat 23.775 kunjungan wisman melalui Bandara Juanda menurut data BPS yang dirilis April ini.
  • Rata-rata lama menginap wisatawan asing di hotel berbintang hanya 1,51 malam, menunjukkan pola kunjungan singkat atau transit.
  • Tingkat hunian hotel berbintang mencapai 43,06 persen dengan okupansi tertinggi di hotel bintang dua sebesar 45,05 persen; BPS menyoroti pentingnya peningkatan kualitas destinasi dan promosi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur (Jatim) pada Februari 2026 tercatat mencapai 23.775 kunjungan melalui Bandara Juanda. Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis April ini.

Plt. Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, menyebut capaian ini menjadi indikator bahwa sektor pariwisata masih memiliki daya tarik bagi wisatawan luar negeri. Meski demikian, pola kunjungan wisman masih didominasi perjalanan singkat. Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang tercatat hanya 1,51 malam selama Februari 2026.

"Durasi tinggal wisatawan asing masih relatif pendek, yang menunjukkan karakter kunjungan lebih bersifat singkat atau transit,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, tingkat hunian hotel berbintang juga belum optimal. Pada periode yang sama, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tercatat sebesar 43,06 persen. Justru,hotel bintang dua mencatat okupansi tertinggi sebesar 45,05 persen, mengindikasikan wisatawan cenderung memilih penginapan dengan harga lebih terjangkau.

BPS menilai, meski jumlah kunjungan wisman cukup stabil, tantangan ke depan adalah meningkatkan kualitas kunjungan, terutama memperpanjang lama tinggal wisatawan agar berdampak lebih besar terhadap ekonomi daerah.

"Peningkatan kualitas destinasi dan promosi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan pariwisata,” pungkas Herum.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More