Dana MBG Macet, Ribuan Siswa di Magetan Kembali Andalkan Bekal Rumah

- Pencairan dana pusat yang belum turun membuat enam dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan menghentikan operasional sementara.
- Ribuan siswa di berbagai sekolah terdampak dan kembali membawa bekal dari rumah akibat terhentinya distribusi makanan bergizi.
- Selain kendala dana, enam SPPG lain masih berstatus suspend karena masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah sehingga total 12 dapur belum beroperasi normal.
Magetan, IDN Times – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan Jawa Timur kembali menghadapi kendala. Pencairan anggaran dari pemerintah pusat yang belum turun membuat enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional sementara. Dampaknya, ribuan siswa di puluhan sekolah kembali mengandalkan bekal makanan dari rumah.
1. Anggaran pusat belum cair

Kondisi tersebut terjadi dalam dua hari terakhir. Sejumlah sekolah yang sebelumnya rutin menerima distribusi makanan bergizi gratis kini tidak lagi mendapatkan pasokan dari dapur MBG yang melayani wilayah mereka.
Satgas MBG Magetan, Awang Arifani, membenarkan adanya penghentian operasional pada enam SPPG akibat belum cairnya anggaran dari pusat. "Betul, berdasarkan keterangan perwakilan BGN di daerah kepada kami, ada sebanyak enam SPPG yang saat ini menunggu anggaran dari pusat cair," ujar Awang, Kamis (11/6/2026).
Menurut Awang, penghentian layanan bersifat sementara dan operasional akan kembali berjalan setelah dana diterima oleh pengelola dapur MBG. Ia menyebut keterlambatan pencairan anggaran diduga berkaitan dengan proses pergantian pimpinan di tingkat pusat.
Enam SPPG yang saat ini berhenti beroperasi meliputi SPPG Magetan Panekan Milangasri, SPPG Magetan Takeran Jomblang, SPPG Magetan Parang Tamanarum, SPPG Magetan Magetan 3, SPPG Magetan Parang Krajan, dan SPPG Magetan Mangkujayan.
2. Ribuan penerima manfaat terdampak

Terhentinya operasional enam dapur MBG tersebut berdampak langsung pada ribuan penerima manfaat yang tersebar di berbagai sekolah di Magetan. Para siswa yang biasanya menerima paket makan siang bergizi kini kembali membawa bekal dari rumah masing-masing.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut. Sebab, keberlangsungan distribusi makanan sangat bergantung pada kesiapan anggaran operasional di setiap dapur MBG.
3. Enam SPPG lain masih berstatus suspend

Di tengah persoalan anggaran, Magetan juga masih menghadapi kendala lain dalam pelaksanaan MBG. Dari 11 SPPG yang sebelumnya berstatus suspend, lima telah kembali beroperasi. Namun enam lainnya hingga kini masih belum mendapat izin beroperasi karena persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Enam SPPG yang masih suspend yakni SPPG Magetan Lembeyan Pupus, SPPG Magetan Karas Sobontoro, SPPG Magetan Karas Temboro, SPPG Magetan Karas Temboro 2, SPPG Magetan Kawedanan Kawedanan, dan SPPG Magetan Sukomoro Tambakmas. "Sisa yang enam di atas masih belum beres soal IPAL-nya," kata Awang.
Total terdapat 12 SPPG di Kabupaten Magetan yang saat ini belum beroperasi normal. Enam dapur berhenti karena menunggu pencairan dana, sementara enam lainnya masih terkendala pemenuhan syarat teknis.


















