Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Namanya Diseret Sony Sanjaya Soal MBG, Ketua DPRD Jatim: Demi Allah

Namanya Diseret Sony Sanjaya Soal MBG, Ketua DPRD Jatim: Demi Allah
Mahasiswa memaksa Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf untuk menelepon Presiden Prabowo Subianto saat aksi bertajuk 'Indonesia Gelap'. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Intinya Sih
  • Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf membantah keras tudingan keterlibatannya dalam dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diselidiki aparat hukum.
  • Nama Musyafak disebut oleh tersangka eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, dalam daftar pihak terkait kasus MBG yang menjadi perhatian publik nasional.
  • Musyafak menegaskan tidak memiliki kewenangan atau hubungan dengan pengelolaan MBG dan meminta publik memeriksa secara terbuka karena yakin dirinya tidak terlibat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Ketua DPRD Jawa Timur (Jatim) Musyafak Rouf membantah keras tudingan yang menyeret namanya dalam dugaan kasus korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diselidiki aparat penegak hukum. Politisi PKB itu menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan pengelolaan maupun pelaksanaan program MBG.

Nama Musyafak sebelumnya disebut dalam daftar yang diungkap salah satu tersangka, eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya. Penyebutan nama sejumlah tokoh tersebut memicu perhatian publik karena program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang saat ini berjalan di berbagai daerah, termasuk Jatim.

Menanggapi hal itu, Musyafak menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar. Ia memastikan tidak pernah terlibat dalam pengelolaan, pengadaan maupun proses pelaksanaan program MBG.

"Itu tidak mungkin. Hoaks. Saya tidak ada urusan sama sekali tentang MBG. Bisa dicek. Saya tidak ada urusan dengan MBG, maaf nggih. Demi Allah," tegas Musyafak saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (9/6/2026).

Musyafak mengatakan seluruh aktivitas dan kewenangan terkait MBG berada di bawah lembaga yang ditunjuk pemerintah pusat. Karena itu, ia mempertanyakan dasar penyebutan namanya dalam perkara tersebut.

Menurutnya, publik dapat melakukan penelusuran secara terbuka terhadap keterlibatan dirinya dalam program tersebut. Ia meyakini tidak akan ditemukan hubungan apa pun karena selama ini tidak pernah terlibat dalam struktur maupun kegiatan MBG.

Kasus dugaan korupsi tata kelola MBG sendiri tengah menjadi sorotan nasional setelah muncul pengakuan dari salah satu tersangka yang menyeret sejumlah nama. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum mengenai status pihak-pihak yang disebut dalam keterangan tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More