Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Panen, Hama Tikus dan Wereng Mulai Merebak di Magetan

Jelang Panen, Hama Tikus dan Wereng Mulai Merebak di Magetan
Tanaman padi usia 80-90 hari di Magetan rawan terserang hama. IDN Times/Riyanto.
Intinya Sih
  • Menjelang panen, petani Magetan diminta waspada karena serangan wereng coklat mulai muncul di beberapa kecamatan dan berpotensi menurunkan produktivitas padi.
  • Pemerintah daerah bersama kelompok tani melakukan pengendalian dini menggunakan pestisida dinas serta pestisida nabati buatan petani untuk menekan penyebaran hama secara ramah lingkungan.
  • Selain wereng, hama tikus juga menyerang tanaman padi muda di wilayah endemis, namun luas serangan masih kecil dan terus dipantau agar tidak meluas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Magetan, IDN Times – Petani padi di Kabupaten Magetan diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang masa panen. Pasalnya, serangan wereng coklat mulai ditemukan di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu produktivitas tanaman jika tidak segera dikendalikan.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Magetan, Nur Hadi, mengatakan hama wereng coklat saat ini menyerang tanaman padi yang telah memasuki usia 80 hingga 90 hari setelah tanam. Fase tersebut merupakan periode penting karena tanaman mulai mendekati masa panen.

"Untuk wereng coklat, kami sudah melakukan gerakan pengendalian bersama kelompok tani dengan dukungan pestisida dari dinas dan pestisida nabati yang dibuat secara mandiri oleh petani," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Serangan wereng coklat dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Karas, Parang, dan Bendo. Menyikapi kondisi tersebut, petugas POPT bersama kelompok tani langsung melakukan langkah pengendalian dini agar penyebaran hama tidak meluas ke areal persawahan lainnya.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan turut memberikan dukungan berupa pestisida dari stok dinas. Bantuan tersebut dipadukan dengan upaya swadaya petani yang mulai memanfaatkan pestisida nabati berbahan alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Nur Hadi, pengendalian sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah ledakan populasi wereng yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen. Selain itu, penggunaan pestisida nabati juga dinilai mampu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Tak hanya wereng coklat, petani Magetan juga masih menghadapi ancaman serangan hama tikus. "Berdasarkan laporan petugas di lapangan, serangan tikus saat ini banyak ditemukan pada tanaman padi berumur 40 hingga 60 hari setelah tanam, terutama di Kecamatan Barat dan Kartoharjo yang dikenal sebagai wilayah endemis," ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, luas serangan kedua hama tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas tanam padi di Magetan yang mencapai 62.767 hektare. "Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan serangan tidak berkembang menjadi lebih luas," imbuhnya.

Ia juga mengimbau petani agar rutin memeriksa kondisi tanaman, segera melaporkan gejala serangan hama kepada petugas, serta menerapkan pengendalian terpadu. "Langkah tersebut penting untuk menjaga produktivitas padi hingga masa panen tiba," ungkapnya.

Terakhir ia menambahkan, dengan pengawasan yang ketat dan kerja sama antara petani serta pemerintah, serangan wereng coklat dapat dikendalikan sehingga target produksi padi di Kabupaten Magetan tetap tercapai.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More