Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Muhadjir Effendy Sebut Indonesia Masuki Fase Krisis

Muhadjir Effendy Sebut Indonesia Masuki Fase Krisis
ilustrasi krisis ekonomi (vecteezy.com/Bigc Studio)
Intinya Sih
  • Muhadjir Effendy menyebut Indonesia sedang memasuki fase krisis akibat transformasi ekonomi besar menuju sistem ekonomi konstitusi sesuai Pasal 33 UUD 1945.
  • Ia menegaskan krisis ini tidak akan memicu gejolak seperti tahun 1998 dan menjadi bagian dari proses menuju kondisi ekonomi normal baru.
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pemerintah tetap rendah hati, tidak membuat kebijakan di luar kemampuan, serta fokus menstabilkan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Malang, IDN Times - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memandang jika Indonesia saat ini tengah memasuki fase yang genting. Pemerintah yang sedang melangsungkan program-programnya terhambat berbagai masalah, mulai dari pelemahan rupiah hingga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

1. Muhadjir Effendy menyebut jika saat ini Indonesia memasuki fase krisis

Seorang pria berbatik hijau dengan peci hitam berpidato di podium pada acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik infus di Universitas Muhammadiyah Malang.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, ini pun menyampaikan jika pemerintah saat ini tengah melakukan proses transformasi ekonomi yang radikal. Menurutnya, pemerintah tengah mengarahkan Indonesia menuju sistem ekonomi konstitusi sesuai Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

"Jadi Presiden Prabowo ini sedang berupaya untuk melakukan lompatan besar menuju ke ekonomi yang sesuai dengan rel konstitusi. Tentu saja untuk menuju ke sana, itu pasti ada anomali, dan ada krisis. Jadi ini sebetulnya kita memasuki fase krisis. Kenapa dolar naik, kenapa nilai rupiah anjlok, kenapa saham-saham juga bermasalah, itu sebetulnya karena kita sedang berada dalam masa krisis," terangnya usai melaksanakan Ground Breaking Pabrik Infus PT Suryavena di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Kamis (11/6/2026).

Oleh karena itu, menurutnya saat ini kesabaran masyarakat Indonesia tengah diuji. Kesabaran ini menurutnya adalah syarat mutlak hingga terjadi New Normal pada perekonomian Indonesia. "Apa itu new normal ekonomi kita? Yaitu ekonomi konstitusi, ekonomi yang berlandaskan kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, kesabaran sekarang ini menjadi tawaran mutlak adalah kesabaran masyarakat untuk berada dalam kondisi yang sedang tidak nyaman ini," lanjutnya.

2. Muhadjir yakin tidak akan terjadi Tragedi 98 jilid 2

Seorang pria mengenakan batik hijau dan peci hitam berpidato di podium pada acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik infus di Universitas Muhammadiyah Malang.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Muhadjir juga berkeyakinan jika selama fase krisis ini, tidak akan terjadi pergolakan seperti saat krisis tahun 1998. Oleh karena itu, ia berharap krisis yang terjadi saat ini bisa segera berlalu, sehingga segera terbentuk new normal ekonomi Indonesia atau ekonomi berdasarkan konstitusi.

"Saya kira tidak lah (terjadi seperti 1998), dan kita berharap jangan sampai ya. Saya kira faktornya juga berbeda. Tadi itu, ini saya kira sebetulnya menuju ke normal baru," ujarnya.

3. Ketua Umum PP Muhammadiyah minta pemerintah tidak membuat kebijakan melampaui kemampuannya

Seorang pria berbaju batik berbicara kepada media di acara luar ruangan bersama dua orang lainnya dengan latar spanduk dan bendera perusahaan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Di tempat yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan jika ia percaya dengan para menteri yang mendampingi Prabowo Subianto saat ini. Ia berharap para pemangku kebijakan ini bisa segera bisa menstabilkan ekonomi Indonesia. Ia juga memberikan permintaan khusus agar para pejabat bisa membangun persepsi publik agar lebih baik.

"Tapi juga kita berharap para pemegang posisi yang punya otoritas ya harus rendah hati, untuk bahwa ini problem bersama dan selalu ada jalan keluar setiap ada problem. Jangan melampaui kemampuan sendiri yang akhirnya kita tidak mampu menyelesaikan," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More