Jatim Gandeng Tiongkok, Fokus Investasi hingga Pengadaan Bibit Sapi

- Pemprov Jatim memperkuat kerja sama strategis dengan Tiongkok di sektor investasi, industri, energi terbarukan, dan pengembangan SDM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
- Salah satu proyek konkret adalah pembangunan pabrik melamin di Gresik serta peningkatan kompetensi ASN melalui sinergi dengan BPSDM.
- Kerja sama juga mencakup pengadaan bibit sapi perah unggul dari Tiongkok dan penguatan ekspor komoditas seperti durian serta salak ke pasar internasional.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memperkuat kerja sama strategis dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di berbagai sektor, mulai dari investasi, industri, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa msngatakan, hubungan Jatim - Tiongkok terus menunjukkan tren positif, khususnya pada sektor investasi. Salah satu bentuk konkret kerja sama itu adalah rencana peletakan batu pertama pembangunan pabrik melamin di Gresik. “Kunjungan ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan investasi di Jawa Timur,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Selain industri dan investasi, kerja sama juga diperluas ke sektor pendidikan dan pengembangan SDM. Pemprov Jatim mendorong peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sinergi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Di sektor peternakan, Jatim juga menjajaki kerja sama pengadaan bibit sapi perah unggul dari Tiongkok. Khofifah menyebut, sapi perah asal Tiongkok memiliki produktivitas tinggi hingga 50 liter susu per ekor per hari.
“Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri,” jelasnya.
Tak hanya itu, kedua pihak turut membahas potensi kerja sama di bidang energi terbarukan, khususnya pengembangan panel surya sebagai bagian dari transisi energi menuju target net zero emission 2060.
Pemprov Jatim juga mendorong penguatan ekspor komoditas unggulan seperti durian dan salak yang telah menembus pasar Tiongkok, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kontinuitas produksi.


















