Kediri, IDN Times - Remaja 16 tahun berinsial DW nyaris dihajar massa setelah menabrak tiga kendaraan saat mengendarai Mobl Hyundai Palisade dengan plat nomor AG 55 SIS di Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur , Minggu (5/7/2026) malam. Satu orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang terjadi ini.
Kecelakaan ini melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor yakni Toyota Avanza dengan plat nomor AG 1605 XR, Isuzu Phanter AG 1837 EY, dan Honda Scoopy dengan plat nomor AG 7027 VCA.
Video pascakecelakaan tersebut viral di media sosial. Terlihat, warga mengepung mobil mewah yang dikendarai DW. Beruntungnya, kepolisian datang dan langsung mengamankan pengemudi.
Dalam peristiwa kecelakaan ini, satu orang mahasiswa, yakni NA (19) yang merupakan pengendara Honda Scoopy meningal dunia. Selain itu terdapat dua orang mengalami luka-luka.
Kepolisian menyebut, kecelakaan terjadi mobil Palisade yang dikendarai DW melaju dari arah selatan ke Utara dengan kecepatan tinggi. Sampai di TKP, kecelakaan tak bisa dihindari, DW menabrak satu sepeda motor dan dua mobil dari arah berlawanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota mengatakan, pada saat kecelakaan terjadi memang pengemudi sedang dikepung warga. Beruntungnya, pihaknya lebih dulu menangkap pengemudi sebelum menjadi samsak hidup. "Memang di TKP kerumunan warga banyak, tapi Alhamdulillah dari pengendara kendaraan tersebut sempat kita amankan dan tidak dimassa oleh masyarakat setempat," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Saat ini, pengemudi telah dibawa ke Polres Kediri Kota untuk dimintai keterangan. Remaja 16 tahun itu disebut masih syok usai kecelakaan. "Terduga pelaku tersebut masih kita amankan di Polres untuk diambil keterangan, karena situasi dan kondisi masih syok," jelasnya.
Selain itu, polisi juga sudah melakukan pendalaman terkait kecelakaan ini. Beberapa saksi dan barang bukti juga telah dikantongi.
"Untuk sekarang kita masih tahap pemeriksaan, untuk saksi sudah kita ambil keterangan, barang bukti sudah kita amankan di Mako Lantas, kemudian untuk sekarang kita lakukan untuk tahap penyelidikan. Pemeriksaan untuk yang terlibat," pungkas dia.
