Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Yai Mim saat Pemeriksaan

- Yai Mim, mantan dosen UIN Malang, meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota setelah tiba-tiba drop dan dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar.
- Polisi memastikan hasil pemeriksaan kesehatan awal menunjukkan kondisi Yai Mim baik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya maupun perlakuan khusus selama ditahan.
- Selama berada di rutan, Yai Mim dikenal sering memberikan tausiyah kepada sesama tahanan tanpa pernah terlibat konflik dengan narapidana lain.
Malang, IDN Times - Mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Mohammad Imam Muslimin alias Yai Mim, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (13/4/2026). Kondisi kesehatannya tiba-tiba drop saat menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota.
1. Polisi menjelaskan detail kronologi meninggalnya Yai Mim

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobirin membenarkan jika pada pukul 08.59 WIB telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Sidokkes Polresta Malang Kota dengan hasil kesehatan yang bersangkutan dalam kondisi baik-baik saja. Salah satunya ditandai dengan tensinya masih 110/80. Menurutnya juga saat itu tidak ditemukan gejala lain yang menandakan kurang sehatnya kondisi yang bersangkutan.
"Kemudian pada 13:45 WIB akan dilakukan pemeriksaan yang kebetulan Yai Imam Muslim ini sebagai pelapor. Kondisinya tadi ya sangat mengejutkan bagi kami semua karena tiba-tiba kondisinya lemas, terus duduk kondisi terjatuh dalam kondisi duduk. Kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar," terangnya.
Lukman menyampaikan jika kondisi Yai Mim drop saat berjalan dari rumah tahanan menuju ruang penyidik. Ia kemudian lemas sehingga langsung diangkut ambulans menuju RSSA.
2. Pokisi bilang Yai Mim tidak mengalami luka akibat kekerasan

Lukman menegaskan jika sebelum drop, Yai Mim sempat diperiksa oleh pihak Sidokkes Polresta Malang Kota dan tidak ditemukan kejanggalan. Pihaknya juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tahanan, karena menempati kamar itu sendiri, tidak ada tahanan lain. Yang bersangkutan tidak ada perlakuan istimewa dan sama dengan yang lainnya," bebernya.
3. Yai Mim sering memberikan tausiyah selama dipenjara

Lebih lanjut, Yai Mim sendiri selama dipenjara dikenal sering memberikan tausiyah kepada narapidana lain. Meskipun demikian, ia tidak pernah terlibat konflik dengan napi lain di dalam rutan. "Kondisinya baik-baik saja, bahkan sering memberikan tausiah ya ke sesama tahanan yang lain. habitnya juga sering memberikan tausiyah ke tahanan lain, sehingga membuat tahanan lain kurang nyaman," pungkasnya.

















