Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengusaha Kue Kering di Magetan Kebanjiran Pesanan Lebaran

Pengusaha Kue Kering di Magetan Kebanjiran Pesanan Lebaran
Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto

Magetan, IDN Times - Jelang Hari Raya Idul Fitri, orderan usah rumahan kue kering di Kabupaten Magetan Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dirasakan oleh Sukma Ratri Hamimah, pengusaha kue kering di KPR Bukit Selosari Permai.

1. Dapat pesanan 800 toples untuk kue lebaran

Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto
Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto

Sukma menjelaskan, jika telah menerima pesanan sebanyak 800 toples. Untuk memenuhi permintaan ia memproduksinya dengan dibantu 3 orang karyawan. Per hari, Sukma mampu memproduksi 50 toples roti kering.

"Alhamdulillah, setiap tahun pesanan meningkat," kata Sukma, Kamis (29/03/2024).

Ada 5 jenis roti kering yang ditawarkan Sukma, yaitu Nastar, Kastengel, Putri Salju, Sagu Keju, dan Bunga Dahlia. Harganya dijual mulai dari Rp 75 ribu per toples.

2. Harga tidak naik meski bahan baku naik

Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto
Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto

Sukma mengaku selalu menjaga kualitas kuenya, sehingga pelanggannya tidak berpaling ke lain hati. Selain itu apapun saran dan masukan dari pelanggan terkait kuenya selalu dijadikan perbaikan.

Meskipun harga bahan baku roti musim ini harga tinggi, Sukma mengaku tidak menaikan harga ataupun mengurangi ukuran kue. Ia rela mendapat untung sedikit demi menjaga kepuasan pelanggan.

"Sedangkan untuk tahun ini, karena hampir semua bahan kue naik, maka saya mengurangi ukuran toples. Yang semula dijual di toples ukuran 750 gram, di tahun ini menjadi 650 gram," jelasnya.

3. Usaha pembuatan roti kering lebaran sejak 2013

Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto
Usaha kue kering lebaran milik Sukma Ratri Hamimah, di KPR Bukit Selosari Permai Magetan kebanjiran pesanan. IDN Times/ Riyanto

Terakhir diceritakannya, pembuatan roti kering lebaran ini berawal dari keisengan di tahun 2013, Sukma dan kakaknya membuat kue kering secara otodidak. 

"Awalnya, roti keringnya yang saya buat untuk kebutuha lebaran, dimakan sendiri. Berjalannya waktu ada yang memesan, setelah itu banyak yang pesan," ungkapnya.

Usaha kue kering lebaran Sukma Kini telah meningkatkan taraf hidup ekonomi keluarganya. Selain itu dapat membuka lapangan kerja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto Tarah
EditorRiyanto Tarah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Pelaku Curanmor di Surabaya Beraksi Pakai Airsoft Gun

12 Mei 2026, 19:15 WIBNews