Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pastikan Calon Jemaah Terhindar DBD, Asrama Haji Surabaya Difogging

Pastikan Calon Jemaah Terhindar DBD, Asrama Haji Surabaya Difogging
Fogging di Asrama Haji Surabaya. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Asrama Haji Sukolilo Surabaya melakukan fogging untuk mencegah penyebaran demam berdarah menjelang kedatangan calon jemaah haji pada 21 April 2026.
  • Dua tim diterjunkan menyisir area asrama, termasuk tumpukan barang dan saluran air, guna memberantas nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
  • Fogging dilakukan sebagai langkah pengendalian faktor risiko kesehatan di zona karantina agar kondisi jemaah tetap sehat sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026, Asrama Haji Sukolilo Surabaya dilakukan pengasapan atau fogging untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah (DBD), Sabtu (18/4/2026). Calon jemaah haji (CJH) akan mulai masuk ke Asrama Haji Surabaya pada Selasa (21/4/2026), selanjutnya berangkat ke Tanah Suci pada Rabu (22/4/2206).

Pengasapan dilakukan untuk memastikan jemaah tidak terinfeksi penyakit demam berdarah selama menginap di Asrama Haji. Dengan begitu kondisi kesehatan mereka tetap terjaga sebelum berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

Pengasapan dilakukan dengan menerjunkan dua tim yang ditugaskan menyisir gedung asrama. Fogging dilaksanakan pagi hari, yang dinilai lebih efektif, karena saat pagi nyamuk sedang aktif terbang.

Pengasapan menyasar sejumlah area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, mulai dari tumpukan barang hingga saluran air. Kegiatan tersebut dilakukan usai petugas menemukan titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah.

Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BBKK Surabay, Yuyung Setiyowati, asrama haji adalah tempat karantina sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci. Sehingga, fogging pun dilakukan untuk menjamin kesehatan mereka.

“Kami melakukan fogging dalam rangka mengendalikan faktor penyebab demam berdarah, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Asrama haji merupakan zona karantina, sehingga sebelum jemaah berangkat, kesehatannya harus dipastikan aman dari paparan faktor risiko penyakit,” ujar Yuyung.

Yayuk menyebut, pengasapan bukan satu-satunya cara menghindari penyakit demam berdarah. Tetapi, fogging adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan agar lingkungan berkembangnya vektor demam berdarah itu bisa dikendalikan.

“Fogging utamanya adalah pemberantasan sarang nyamuk terlebih dahulu. Jika kondisi sudah terkendali, tidak selalu harus dilakukan fogging. Petugas asrama haji juga akan terus melakukan pengawasan secara berkala,” tambahnya.

Diharapkan dengan pengasapan ini, lingkungan Asrama Haji Surabaya tetap aman, sehat, dan siap digunakan sebagai tempat karantina bagi seluruh calon jemaah haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More