Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menhaj Cicipi Makanan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Menhaj Cicipi Makanan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (kanan) dan Gubernur Khofifah saat mencicipi makanan untuk jemaah haji. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih

  • Menteri Haji dan Umrah bersama Gubernur Jawa Timur meninjau serta mencicipi menu makanan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk memastikan kualitas dan kelayakan sajian penerbangan.
  • Menu yang disiapkan mencakup hidangan khas Nusantara seperti semur daging, ayam opor, hingga kudapan tradisional, dengan sambal disajikan terpisah agar aman bagi semua jemaah.
  • Setiap porsi makanan berbobot sekitar 470 gram dengan 400 kalori, dimasak dua hari sebelum keberangkatan, dibekukan di bawah 10 derajat Celsius, dan dipanaskan kembali saat penyajian di pesawat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mencicipi langsung contoh menu makanan untuk jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Irfan didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Keduanya terlihat meninjau sekaligus mengevaluasi berbagai menu yang akan disajikan kepada jemaah selama penerbangan menuju Tanah Suci.

Beragam hidangan khas Nusantara disiapkan, mulai dari nasi dengan lauk semur daging, ayam opor, ayam bakar bumbu rujak, hingga sayur oseng. Selain itu, tersedia pula aneka kudapan seperti jenang Kudus, donat, kroket, dan spikoe. Untuk minuman, disediakan jus, susu, serta sari kacang hijau.

Irfan menyebut, penyusunan menu sepenuhnya diserahkan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Ini makanan untuk penerbangan, jadi detailnya Ibu Gubernur yang lebih memahami,” ujarnya.

Sementara itu, Khofifah memastikan kualitas menu secara umum sudah baik. Namun, ia menekankan pentingnya antisipasi terhadap makanan pedas agar tetap aman bagi seluruh jemaah.

“Sudah diantisipasi, sambal atau bumbu pedas disajikan terpisah. Jadi yang ingin menambah bisa, yang tidak suka pedas tetap aman dengan menu utama,” jelasnya.

Di sisi lain, Chef Eksekutif ACS Surabaya, Kristanto, menjelaskan setiap jemaah akan mendapatkan tiga pilihan menu utama, yakni nasi dengan lauk daging dan ikan, nasi dengan ayam dan ikan, serta snack yang dilengkapi jus atau sari kacang hijau.

Menurutnya, setiap porsi makanan memiliki berat rata-rata sekitar 470 gram dengan kandungan sekitar 400 kalori, sehingga cukup untuk menjaga kondisi jemaah selama perjalanan hingga tiba di Madinah.

Ia menambahkan, seluruh menu dirancang tidak pedas dan menyesuaikan karakteristik jemaah haji Indonesia yang cenderung menghindari makanan berbumbu kuat, terutama terkait faktor kesehatan.

Dalam proses penyajiannya, makanan dimasak dua hari sebelum keberangkatan, kemudian disimpan dalam suhu di bawah 10 derajat Celsius sebelum dibekukan. Di pesawat, makanan akan dipanaskan kembali sebelum disajikan.

“Proses pengemasan juga ketat, tidak boleh lebih dari 45 menit sebelum masuk tahap pembekuan,” katanya.

Sebagai alternatif, pihak penyedia juga menyiapkan bubur instan bagi jemaah yang tidak dapat mengonsumsi menu utama.

“Kami siapkan bubur bagi jemaah yang berhalangan makan makanan berat,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More