Meninggal Saat Mengabdi, Mentrans Serahkan Ijazah Wisudawan ITS

- Menteri Transmigrasi menyerahkan ijazah kepada keluarga almarhum Abdul Rohid pada Wisuda ke-133 ITS sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasinya di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya.
- Abdul Rohid, mahasiswa berprestasi D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dengan IPK 3,58 cumlaude, wafat saat menjalankan tugas ekspedisi pemetaan potensi ekonomi sebelum sempat mengikuti wisuda.
- Kementerian Transmigrasi dan ITS memberikan beasiswa serta pendampingan pendidikan bagi adik almarhum sebagai wujud penghargaan atas pengorbanannya, sementara karya inovatifnya diserahkan sebagai warisan akademik.
Surabaya, IDN Times - Suasana haru menyelimuti proses Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (18/4/2025). Pasalnya, wisuda diwarnai dengan penyerahan ijazah dari Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI Dr Muhammad Iftitah kepada almarhum Abdul Rohid yang diwakili keluarga.
Abdul Rohid yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) itu meninggal dunia sebelum diwisuda. Kedua orang tua almarhum, Abdul Ghofur dan Jumaika, menerima ijazah sarjana terapan (D4) Teknologi Rekayasa Instrumentasi dengan mata berkaca-kaca. Tepuk tangan para hadirin pun langsung menggema memberikan dukungan moral bagi keluarga Abdul Rohid.
Penyerahan ijazah oleh Mentrans ini merupakan puncak penghormatan negara atas dedikasi Abdul Rohid yang memilih mengabdi untuk pemetaan potensi ekonomi di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah. Bahkan demi pengabdian ini, almarhum memilih menunda wisudanya yang seharusnya dijalani pada September 2025 lalu. Namun takdir berkata lain, sebelum sempat merayakan kelulusannya, Abdul Rohid harus menghadap Sang Maha Kuasa lebih dulu.
Mengawali sambutannya, Mentrans yang akrab disapa Iftitah tersebut menyampaikan rasa hormat dan duka cita yang mendalam dari negara kepada keluarga almarhum. Ia menyebut bahwa penyerahan ijazah ini bukan sekadar prosesi administratif, melainkan bentuk pengakuan atas jasa besar seorang patriot muda yang gugur di garis terdepan pembangunan nasional.
“Almarhum Abdul Rohid tidak hanya menyelesaikan studi namun ia telah menyelesaikan tugas hidupnya sebagai anak yang berbakti, manusia yang berguna, dan patriot bagi bangsanya,” ungkap Iftitah mengapresiasi.
Sejalan dengan apresiasi tersebut, Rektor ITS turut menyampaikan rasa bangga sekaligus duka mendalamnya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh almarhum selama masa pengabdiannya. “Melalui kesempatan ini, kami menyampaikan kebanggaan serta penghargaan kepada almarhum yang telah memberikan keteladanan untuk terus berdedikasi mewujudkan marwah terbaik sampai akhir hayatnya,” ujar Guru Besar Teknik Mesin ITS ini penuh haru.
Abdul Rohid yang berasal dari Sidoarjo ini merupakan mahasiswa berprestasi dari program studi D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi, Departemen Teknik Instrumentasi Fakultas Vokasi ITS. Ia berhasil menyelesaikan masa studinya tepat waktu dalam 8 semester dengan capaian akademik yang gemilang. Almarhum meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58 dan menyandang predikat Cumlaude.
Meski telah memenuhi syarat kelulusan sejak September 2025 lalu, Abdul Rohid memilih menunda keberangkatannya ke panggung wisuda sebab memilih menjalankan tugas pengabdian bersama TEP. Di saat rekan sejawatnya sibuk mempersiapkan perlengkapan wisuda, Rohid justru memilih terjun ke medan pengabdian.
Namun, dalam perjalanan tugas mulia tersebut, kondisi kesehatan Rohid menurun hingga akhirnya ia berpulang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun ia mewariskan nilai abadi bahwa teknologi tanpa rasa kemanusiaan tidaklah berarti apa-apa. Sosoknya yang berjiwa sosial tinggi dikenal sangat mencintai keluarganya.
Mendukung hal tersebut, Kementerian Transmigrasi RI berkomitmen memberikan beasiswa penuh kepada adik almarhum, Aprilia Nur Intan Saputri, hingga lulus SMK nantinya. Sementara itu, ITS juga akan memberikan pendampingan untuk melanjutkan kuliah di ITS kepada sang adik sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan almarhum. “Melalui pendidikan yang tinggi, ia ingin membantu seluruh keluarganya. Untuk itu, ITS akan meneruskan amanahnya agar adiknya dapat menempuh pendidikan hingga sarjana sebagaimana yang diimpikan almarhum,” tegas Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT, Ketua Tim Ekspedisi Patriot yang juga Direktur Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran ITS.
Dalam acara Wisuda ke-133 ITS tersebut, orang tua almarhum juga menyerahkan prototipe Smart Air Purifier and Humidifier karya almarhum Abdul Rohid sebagai Tugas Akhirnya kepada ITS. Alat inovatif ini merupakan bukti nyata atas dedikasi almarhum untuk mengharumkan nama almamater yang telah menyabet penghargaan dalam berbagai kompetisi.
Meskipun Abdul Rohid telah berpulang, gelar Sarjana Terapan Teknik (STrT) yang diterimanya hari ini menjadi bukti nyata bahwa ia telah menuntaskan tugas dunianya dengan sempurna. Ia pergi tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kehormatan sebagai seorang patriot sejati bagi Kampus Pahlawan dan negara.


















