Laka Maut Probolinggo: Sopir Trailer Diamankan, Masih Berstatus Saksi

- Sopir truk trailer bernama Cecep Adi Sucipto diamankan polisi usai kecelakaan beruntun maut di Probolinggo yang menewaskan satu keluarga dalam mobil Toyota Limo Vios.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, termasuk dugaan rem blong dan faktor kelalaian manusia, serta menunggu hasil tes alkohol dan narkotika sopir.
- Empat korban tewas merupakan satu keluarga asal Blitar, sementara satu pengemudi pikap mengalami luka berat dan dirawat intensif di RSU PG Wonolangan.
Probolinggo, IDN Times - Polisi mengamankan sopir truk trailer yang terlibat dalam kecelakaan beruntun maut di jalur selatan Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) malam. Insiden ini menewaskan satu keluarga yang berada dalam satu mobil setelah dihantam truk dari belakang.
Pengemudi truk Nissan bernopol B-9625-UEJ, Cecep Adi Sucipto (46), warga Mojokerto, kini diamankan di Satlantas Polres Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami kronologi kejadian sekaligus menelusuri kemungkinan unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. “Untuk driver kita amankan, dan sedang dimintai keterangan,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, Senin (20/4/2026).
Selain pemeriksaan, polisi juga telah melakukan tes alkohol dan narkotika terhadap sopir guna memastikan ada atau tidaknya pengaruh zat terlarang saat kejadian. Hasil uji tersebut masih ditunggu dan akan menjadi bagian penting dalam penentuan status hukum.
“Sudah dilakukan, tinggal menunggu hasil,” imbuhnya.
Meski telah diamankan, status sopir saat ini masih sebagai saksi. Polisi belum menetapkannya sebagai tersangka karena proses penyelidikan masih berlangsung dan membutuhkan penguatan alat bukti.
“Status masih saksi,” tegas Aditya.
Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di perlintasan kereta api Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan. Truk trailer bermuatan triplek yang melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman saat mendekati lokasi.
Dalam kondisi tak terkendali, truk menghantam sejumlah kendaraan yang tengah berhenti mengantre karena palang pintu kereta tertutup. Sebanyak lima kendaraan lain turut terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut. Dampak paling fatal dialami sebuah mobil Toyota Limo Vios bernopol AG 1644 EG. Kendaraan itu ringsek parah setelah dihantam keras dari belakang. Seluruh penumpang di dalamnya tewas di lokasi.
Empat korban meninggal diketahui merupakan satu keluarga asal Kabupaten Blitar, yakni Sutrisno (60) selaku pengemudi, T. Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan balita Giovano Malik Ibrahim (3). Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.
Selain korban tewas, satu orang lainnya mengalami luka berat. Pengemudi pikap Daihatsu Granmax, Muhammad Iswanto (33), warga Jember, saat ini menjalani perawatan intensif di RSU PG Wonolangan, Dringu. Polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan rem blong dan kemungkinan faktor human error. “Kesimpulan masih dalam proses penyelidikan, mohon waktu,” pungkas Aditya.


















