Ngawi, IDN Times – Musim kemarau mulai membawa dampak serius bagi warga Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Selama sekitar satu bulan terakhir, sejumlah sumur warga mengering sehingga mereka harus mencari cara lain untuk mendapatkan air bersih. Berikut tiga fakta kondisi krisis air yang dialami warga:
Kemarau Landa Ngawi, Warga Gali Dasar Sungai demi Dapat Air Bersih

1. Warga menggali lubang di dasar sungai untuk mencari air
Lubang-lubang kecil digali di dasar sungai agar air tanah merembes keluar. Meski air yang didapat terlihat keruh, warga tetap memanfaatkannya karena tidak memiliki sumber air lain. Setibanya di rumah, air tersebut disaring terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memasak, mandi, hingga diminum.
"Sampai rumah nanti disaring karena kotor. Sudah sebulan ini sulit air," ujar Sutini, warga setempat.
2. Lebih dari 10 kepala keluarga bergantung pada sumber air darurat
Sedikitnya lebih dari 10 kepala keluarga menggantungkan kebutuhan air bersih dari lubang-lubang di dasar sungai. Sementara warga lainnya rela berjalan hingga ke sendang di kawasan hutan demi memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Sulit air, Mas. Sumur pada kering, larinya ya ke sini, ke belik, supaya bisa dapat air," kata Parlan, warga.
3. Warga berharap bantuan air bersih segera datang
Hingga Sabtu (1/8/2026), warga mengaku belum menerima bantuan air bersih. Padahal, Desa Kiyonten hampir setiap musim kemarau menjadi langganan kekeringan. Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.