Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kasus Penipuan Digital di Jatim 60 Ribu Kasus, Meningkat saat Ramadan

Kasus Penipuan Digital di Jatim 60 Ribu Kasus, Meningkat saat Ramadan
IOH saat konferensi pers kampanye IM3 Satspam+ Amankan Pejuang Ramadan. (IDN Times/Khusnul Hasan)
Intinya Sih
  • Kasus penipuan digital di Jawa Timur mencapai sekitar 60 ribu laporan dengan kenaikan 34 persen selama Ramadan, mayoritas terjadi lewat WhatsApp dan panggilan telepon.
  • Total kerugian akibat penipuan digital di wilayah tersebut diperkirakan mencapai Rp700 miliar, sementara secara nasional nilainya menembus Rp4,1 triliun.
  • Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan fitur IM3 SATSPAM+ untuk melindungi pengguna dari scam dan spam melalui SMS, panggilan, serta WhatsApp Call dengan dukungan teknologi AI dan jaringan 5G.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Kasus penipuan digital di Jawa Timur tercatat mencapai 60 ribu kasus dan meningkat hingga 34 persen selama bulan Ramadan. Hal ini diungkap salah satu provider yakni Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Data yang dimiliki IOH, pada Ramadan 2025 lalu pihaknya mencatat kasus penipuan digital meningkat hingga 34,7 persen, dengan 89 persen di antaranya terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon. Penipuan itu dari komunikasi, transaksi belanja, pengiriman THR, hingga sedekah yang berbasis digital.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerangkan bahwa Pulau Jawa sebagai wilayah dengan laporan penipuan tertinggi, khususnya Provinsi Jawa Timur yang mencatat sebanyak 60.533 laporan atau tertinggi nomor tiga secara nasional

Executive Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro menjelaskan mengatakan, tercatat kasus penipuan digital di Jawa Timur mencapai sekitar 60 ribu kasus dengan total kerugian mencapai Rp700 miliar.

"Secara nasional, uang hasil dari Scam sama Spam itu sekitar Rp4,1 triliun. Sangat besar sekali," kata dia, Jumat (27/2/2026).

Angka tersebut disebut sangat mengganggu. Terlebih, selama bulan Ramadan, traffic meningkat 15 hingga 20 persen. "Kalau trafik penggunaan seluler naik, ternyata Scam dan Spam itu juga naik sampai 38 sampai 40 persen," bebernya.

IOH pun melalui brand IM3 pun kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye ini menghadirkan inovasi perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus). SATSPAM bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call.

Tidak hanya menghadirkan deteksi otomatis, fitur ini juga dilengkapi dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi. IM3 SATSPAM+ didukung oleh teknolog jaringan internet AIvolusi5G yang lebih cepat dan aman, gabungan kecanggihan AI dan kekuatan 5G.

Fadh menyebut, sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi fitur anti scam IM3 SATSPAM+ di Surabaya dan Jawa Timur terus bertumbuh. Respons pelanggan yang positif menunjukkan bahwa perlindungan digital sudah menjadi kebutuhan utama.

"Di periode seperti Ramadan, ketika komunikasi dan transaksi meningkat, kami ingin pelanggan dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang, tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan," pungkas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More