Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kampung MOZAIK, Pencegahan Sampah Plastik di Kali Tebu Surabaya

Kota Surabaya
Kampung MOZAIK, Pencegahan Sampah Plastik di Kali Tebu Surabaya
Beberapa tempat sampah khusus di Kampung Mozaik Surabaya. (Dok. Ecoton).
Intinya Sih
  • ECOTON bersama pemerintah, UNDP Indonesia, komunitas, sekolah, dan dunia usaha meluncurkan Kampung MOZAIK untuk mencegah sampah plastik dari Kali Tebu Surabaya mencapai laut.
  • Sekitar 200 peserta mengikuti edukasi pengurangan plastik melalui instalasi mikroplastik, Mobil Laboratorium Microplastic Journey, layanan isi ulang REFILIN, pameran, serta karya pelajar bertema lingkungan.
  • Camat dan lurah menandatangani Deklarasi Kampung MOZAIK, melantik SATGAS Sungai Lestari, dan berkomitmen memperkuat pemilahan sampah dari sumber serta menjaga Kali Tebu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - ECOTON bersama UNDP Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Kementerian Lingkungan Hidup, Clean Rivers, dan Emirates Foundation meluncurkan Kampung MOZAIK (Mission for Zero Plastic Leakage) dalam kegiatan Partnership for Preventing the Riverine Plastic Pollution Kali Tebu Surabaya bertajuk "WANI Cegah Polusi, Wujudkan Sungai Lestari" di Gedung Serba Guna Tanah Kali Kedinding, Surabaya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta ini mempertemukan pemerintah, akademisi, sekolah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi mencegah sampah plastik masuk ke Sungai Kali Tebu hingga mencemari laut.

Sebelum acara utama, peserta mengunjungi pameran Program MOZAIK yang menampilkan instalasi seni mikroplastik, Mobil Laboratorium Mikroplastik Microplastic Journey, layanan isi ulang REFILIN, pameran fotografi, serta karya pelajar bertema lingkungan sebagai sarana edukasi pengurangan sampah plastik dari sumbernya.

Direktur Eksekutif ECOTON, Dr. Daru Setyorini, menegaskan bahwa menjaga sungai tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, kebiasaan ramah lingkungan dan kearifan lokal perlu dihidupkan kembali untuk mengurangi timbulan sampah plastik.

"Dulu Kali Tebu adalah sungai yang bersih. Kita memiliki banyak kearifan lokal yang ramah lingkungan. Kearifan seperti ini perlu kita hidupkan kembali sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik," kata Daru Setyorini.

Asisten Deputi Ekonomi Sirkular Dampak Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Rofi Alhanif, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga. Ia menilai sungai yang bersih mencerminkan keberhasilan masyarakat dalam mengelola sampah.

Sementara itu, Project Lead Emirates Foundation, Hassan Ali Abdulla, mengapresiasi pendekatan edukasi Program MOZAIK, khususnya melalui pengenalan mikroplastik kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kesadaran menjadi langkah penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Sebagai puncak acara, para camat dan lurah wilayah program menandatangani Deklarasi Kampung MOZAIK sebagai komitmen memperkuat pengelolaan sampah dari sumber dan menjaga Kali Tebu dari pencemaran plastik. Deklarasi dilanjutkan dengan pemukulan kentongan dan pelantikan SATGAS Sungai Lestari Kali Tebu Surabaya sebagai penggerak edukasi dan aksi lingkungan.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan Mobil Laboratorium Mikroplastik Microplastic Journey serta penguatan layanan isi ulang REFILIN untuk mendukung pengurangan plastik sekali pakai.

Melalui Kampung MOZAIK, ECOTON berharap masyarakat semakin terbiasa memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah ke sungai, sehingga Kali Tebu dapat kembali menjadi sungai yang bersih, sehat, dan lestari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More