Isu Nyalon Ketum PBNU, Gus Kikin Pilih Fokus Muktamar

- Gus Kikin menanggapi isu pencalonannya sebagai Ketum PBNU dengan santai dan menegaskan fokus utama pada kelancaran Muktamar ke-35 NU.
- PWNU Jawa Timur telah melakukan konsolidasi awal melalui musyawarah kerja untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar dan mendorong percepatan persiapan.
- Gus Kikin menekankan pentingnya menjaga kebersamaan organisasi serta memastikan koordinasi nasional berjalan baik tanpa mendorong figur tertentu sebagai calon ketua umum.
Surabaya, IDN Times - Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menanggapi santai isu yang menyebut dirinya bakal maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Gus Kikin menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan persiapan Muktamar berjalan lancar, bukan pada dinamika pencalonan figur. “Orang ngomong begitu, tapi saya lebih banyak berpikir bagaimana kita ini jangan terganggu yang namanya kebersamaan. Itu yang nomor satu,” ujarnya saat ditemui usai Musrenbang Jatim di Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Terkait kesiapan Muktamar, Gus Kikin menyebut PWNU Jawa Timur siap mendukung penuh pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut. Bahkan, pihaknya telah melakukan konsolidasi awal melalui musyawarah kerja.
“Pertama kita siap saja. Kemarin kita ada musker, di sana sudah disampaikan sebaiknya memang lebih cepat lebih baik, karena memang dibutuhkan hal-hal baru,” katanya.
Ia mengakui tantangan utama menuju Muktamar adalah proses konsolidasi di tingkat nasional yang melibatkan wilayah luas. Namun, menurutnya, hal tersebut bisa diatasi dengan kerja keras seluruh elemen organisasi.
“Ini kan melibatkan daerah yang cukup besar, se-Indonesia. Mungkin ada kendala, tapi kalau kita kerja keras semuanya bisa,” ungkapnya.
Sementara terkait lokasi dan waktu pelaksanaan Muktamar, Gus Kikin menyebut hingga kini masih dalam pembahasan dan menunggu hasil koordinasi lebih lanjut di tingkat pusat.
“Tempat, waktu, jadwal itu nanti masih dibutuhkan pembahasan lebih lanjut,” tambahnya.
Ia juga menegaskan PWNU Jatim tidak mendorong figur tertentu untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum. Menurutnya, yang lebih penting adalah menjaga soliditas dan kebersamaan organisasi.
“Kita tidak berpikir ke situ. Yang penting bagaimana kita membangun bersama-sama,” tegasnya.


















