Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Penyebab Harga Cabai di Jatim Naik

Ini Penyebab Harga Cabai di Jatim Naik
ilustrasi cabai rawit (pexels.com/John Lambeth)

Surabaya, IDN Times - Harga cabai rawit dan cabai besar di Jawa Timur (Jatim) kian pedas. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi lonjakan harga komoditas yang satu ini. Kenaikan harga ini tentunya membuat emak-emak menjerit.

1. Cabai rawit tembus Rp85 ribu per kg, cabai besar Rp62 per kg

ilustrasi cabai rawit (agustinnesia.com)
ilustrasi cabai rawit (agustinnesia.com)

Berdasarkan data Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim per Selasa (7/6/2022), harga rata-rata cabai rawit Rp85.036 per kilogram (kg). Harga rata-rata tertinggi Rp96.500 per kg di Pasuruan. Sedangkan harga rata-rata terendah Rp74.333 per kg di Situbondo. Di Pasar Genteng dan Keputran, Surabaya harganya Rp85.000 per kg.

Lebih lanjut, untuk harga rata-rata cabai merah besar Rp62.074 per kg. Sementara harga rata-rata tertinggi Rp74.000 per kg di Gresik dan harga rata-rata terendah Rp55.000 per kg di Lumajang. Tapi kenyataan di pasar seperti halnya Pasar Genteng dan Keputran, Surabaya, harganya Rp70.000 per kg.

2. Banyak petani cabai rawit gagal panen karena penyakit

Ilustrasi Pohon Cabai Rawit (Cengek) (IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi Pohon Cabai Rawit (Cengek) (IDN Times/Daruwaskita)

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim, Nanang Triatmoko mengatakan, melambungnya harga cabai rawit disebabkan gagal panen akibat antraknosa di sentral cabai rawit. Seperti di Blitar, Kediri, Bojonegoro, Lamongan dan Tuban.

"Terjadi kekosongan panen di daerah sentral cabai rawit," ujarnya. Nanang membeberkan, di tingkat petani saja harga cabai rawit Rp72.000 per kg. Kemudian sampai ke pedagang harganya Rp75.000 per kg.

3. Terjadi kekosongan tanam cabai besar

ilustrasi komoditas cabai di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
ilustrasi komoditas cabai di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Sedangkan untuk cabai besar, sambung Nanang, terjadi kekosongan tanam akibat curah hujan yang jadwalnya maju. Nah, di tingkat petani harganya Rp46.000 per kg. Kemudian di tingkat pedagang menjadi Rp51.000 per kg. Kenaikan harga ini diakuinya, tidak membuat petani untung.

"Kalau lahannya luas dan tidak terkena penyakit bisa dibilang untung, tapi kan kondisinya beda sekarang," kata dia.

4. Warga sambat karena harga kebutuhan pokok naik

Ilustrasi Pedagang cabai merah (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Ilustrasi Pedagang cabai merah (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Salah satu warga Desa Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik, Titin (59) mengaku sambat dengan pedasnya harga cabai. Menurut dia, kenaikan ini memperparah kondisi dapurnya saat ini. Karena tak hanya cabai, komoditas lainnya juga naik. Seperti halnya telur yang kini di kisaran Rp28.000 per kg.

"Sekarang apa yang gak mahal? Mahal semua, bingung saya," sambat dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Viral Siswa SMP Gresik Terkena Peluru Nyasar Latihan TNI AL, Ini Kronologinya

04 Apr 2026, 21:24 WIBNews