Tak Bisa WFH, BPBD Jatim Efisiensi BBM dan Listrik

- BPBD Jawa Timur tetap bekerja penuh tanpa sistem WFH karena layanan kebencanaan harus terus berjalan meski ada kebijakan efisiensi energi dari Pemprov Jatim.
- Langkah penghematan dilakukan dengan evaluasi kegiatan dinas luar dan pengaturan penggunaan kendaraan operasional agar konsumsi BBM lebih efektif.
- Selain BBM, BPBD juga menerapkan efisiensi listrik di kantor untuk mendukung kebijakan penghematan energi yang dicanangkan Gubernur Khofifah.
Surabaya, IDN Times - BPBD Jawa Timur (Jatim) tetap menjalankan layanan penuh di tengah kebijakan efisiensi energi dan penerapan work from home (WFH) bagi ASN Pemprov Jatim. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bergerak di layanan kebencanaan, BPBD tidak memberlakukan WFH.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan pihaknya tetap bekerja normal karena tugas penanganan bencana tidak bisa dihentikan. “Kami termasuk OPD yang tidak berlaku WFH. Kami tetap bekerja seperti biasa karena pelayanan publik, khususnya penanganan bencana, harus berjalan penuh,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Meski demikian, BPBD tetap menjalankan instruksi Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait efisiensi energi, termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik di lingkungan kantor.
Gatot menjelaskan, langkah penghematan BBM dilakukan dengan mengevaluasi kegiatan dinas luar serta mengatur penggunaan kendaraan operasional agar lebih efektif. “Kami akan melakukan evaluasi terhadap teman-teman yang melakukan dinas luar, termasuk penggunaan BBM,” katanya.
Namun, ia mengakui sejumlah kegiatan tidak bisa dikurangi, terutama yang berkaitan langsung dengan tugas utama BPBD, seperti pendampingan agenda gubernur hingga penanganan bencana di lapangan.
BPBD Jatim tetap mengerahkan personel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari peninjauan lokasi bencana, penyaluran bantuan logistik, hingga evakuasi korban jika terjadi keadaan darurat. “Teman-teman tetap full pelayanan, baik untuk peninjauan lokasi, distribusi bantuan, maupun evakuasi saat terjadi bencana,” jelasnya.
Selain penghematan BBM, BPBD juga menerapkan efisiensi penggunaan listrik di kantor sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan penghematan energi Pemprov Jatim.


















