Ingin Merata, Risma Semprot Disinfektan ke Kota Surabaya dengan Drone

1. Risma pimpin langsung penyemprotan disinfektan dengan drone

Risma memimpin langsung penyemprotan desinfektan menggunakan drone. Ia memulai penyemprotan itu di jalanan dan Kampung Kebangsren Kecamatan Genteng Kali, Surabaya, Senin (23/3) pagi. Ia berharap penyebaran cairan disinfektan bisa lebih massif ke berbagai penjuru kota dengan menggunakan drone. Ia terlebih dahulu berkeliling untuk mengimbau masyarakat agar membuka pintu rumah dan jendela. Upaya ini dilakukan agar desinfektan bisa masuk sampai ke dalam rumah.
“Kulo nuwun (permisi) Bapak-Ibu, ayo pintunya dibuka. Tak tunggoni (ditunggu) sampai buka pintu. Ini tidak bahaya, tidak usah takut. Setiap hari badan saya disemprot juga pakai (disinfektan) ini, tidak apa-apa,” ujarnya seperti yang dikutip siaran pers Humas Pemkot Surabaya, Senin (23/3).
2. Drone memuat 20 liter cairan disinfektan

Drone yang digunakan oleh Risma merupakan jenis enam baling-baling (hexacopter) dengan berat 50 kilogram. Drone ini dapat menampung kapasitas air sebanyak 20 liter.
Cara ini dinilai efektif untuk menyemprot wilayah perkampungan mengingat banyak kabel yang bergelantungan. Ia juga memastikan bahwa akan mengerahkan semua sumberdaya untuk mengejar waktu dalam mengantisipasinya.
“Untuk menekan lebih banyak korban, kita kerahkan cara apapun. Makanya kita dikejar waktu,” tuturnya.
3. Kerahkan pemadam kebakaran

Tak hanya penyemprotan melalui drone, Risma juga mengerahkan pasukan tim Walang Kadung dan mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran untuk mensterilisasi rumah warga dengan semprotan cairan disinfektan. Seluruh tim bekerja serentak agar tak satu pun titik terluput.
“Semua kita optimalkan, termasuk tim Walang Kadung juga keliling,” ungkapnya.
4. Ingatkan social distance

Selama penyemprotan, Risma tetap mewanti-wanti warganya agar tetap menjaga jarak minimal satu meter. Ia juga meminta kepada mereka agar tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Bahkan, ia meminta kepada RT/RW setempat untuk memperhatikan warganya terkait permakanan.
“Nanti kita siapkan permakanan tambahan. Barangkali ada warga tidak bisa berjualan atau bekerja karena wabah ini,” sebutnya.
Ia memastikan semua upaya perlindungan warga dari wabah virus corona akan terus dilakukan sampai situasi dinyatakan kondusif. “Bukan saya yang menetukan tapi pemerintah pusat. Karena itu penilaian memang dilakukan oleh pemerintah pusat,” tutupnya.




















