Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inflasi Jatim 4,88 Persen, Tarif Perumahan Melonjak 20,71 Persen

Inflasi Jatim 4,88 Persen, Tarif Perumahan Melonjak 20,71 Persen
Ilustrasi kawasan perumahan tapak di pinggiran kota dengan deretan rumah minimalis modern.
Intinya Sih
  • BPS Jawa Timur mencatat inflasi Februari 2026 mencapai 4,88 persen dengan IHK 111,07, dipicu lonjakan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
  • Kenaikan tertinggi terjadi di sektor perumahan dan utilitas sebesar 20,71 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik hingga 18,59 persen.
  • Secara wilayah, inflasi tertinggi tercatat di Sumenep sebesar 6,37 persen dan terendah di Gresik sebesar 3,96 persen; BPS mengingatkan potensi penurunan daya beli masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Februari 2026 sebesar 4,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,07. Tekanan harga dipicu terutama oleh lonjakan tajam pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang menembus 20,71 persen.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, mengatakan inflasi terjadi akibat kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran, namun sektor perumahan dan utilitas menjadi faktor dominan yang mendorong angka inflasi melampaui rata-rata umum.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran. Yang paling tinggi adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga melonjak signifikan hingga 18,59 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat, naik 3,84 persen.

Herum merinci kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 2,20 persen, pendidikan 1,88 persen, transportasi 0,87 persen, restoran 1,35 persen, serta rekreasi dan budaya 0,89 persen. Hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,28 persen.

Secara spasial, inflasi tertinggi tercatat di Sumenep sebesar 6,37 persen dengan IHK 115,44. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 3,96 persen dengan IHK 108,65. “Kondisi ini menjadi sinyal peringatan. Jika lonjakan pada sektor perumahan dan jasa tidak segera dikendalikan, daya beli masyarakat berpotensi tergerus lebih dalam,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More