Indahnya Bendera Merah-Putih Raksasa di Kaki Gunung Arjuno

- Warga Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Lawang, Malang, memasang bendera Merah Putih raksasa sepanjang 600 meter di kaki Gunung Arjuno untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.
- Bendera dibuat sendiri oleh warga; proses penjahitan oleh Bu Titik memakan waktu tiga bulan, lalu pemasangannya dilakukan gotong royong selama sepekan sejak akhir Juli 2026.
- Pemasangan melibatkan dua truk, scaffolding, tambang, serta bahan pendukung dengan biaya patungan sukarela, sebagai wujud kebersamaan dan nasionalisme menyambut HUT ke-81 RI.
Malang, IDN Times - Warga Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan memasang Bendera merah putih raksasa sepanjang 600 meter. Membuat desa di kaki Gunung Arjuno ini kian meriah dengan nuansa merah-putih.
1. Butuh waktu 3 bulan untuk menjait bendera merah-putih sepanjang 600 meter ini

Koordinator warga, Rahmad Effendy menceritakan jika bendera merah-putih raksasa inj merupakan hasil kerjasama warga, bendera tersebut juga dibuat dengan tangan warga sendiri. Setidaknya butuh waktu 3 bulan oleh untuk menyelesaikan bendera yang membentang di atas jalan desa ini.
"Yang menjahit bendera ini adalah Bu Titik, beliau butuh waktu 3 bukan untun penjahitannya. Sebelumnya memang warga sengaja menyiapkan semua untuk peringatan Agustusan tahun ini," terangnya pada Senin (3/8/2026).
Rahmad mengungkapkan jika bendera ini dipasang secara bergotong-royong di atas jalan dusun. Membuat panorama Gunung Arjuno semakin semarak dengan bendera merah-putih ini.
2. Pemasangan bendera raksasa ini juga tidak mudah, warga sampai mendatangkan scafolding

Rahmad juga mengungkapkan kalau pemasangan bendera dilakukan selama sepekan terakhir sejak minggu terakhir di bulan Juli 2026. Proses pemasangannya juga tidak mudah, pasalnya warga harus menyiapkan 2 unit truk, scafolding, tambang, hingga bambu.
"Kami menyiapkan 2 unit truk, scaffolding, tambang, besi, kayu, bambu, serta berbagai peralatan pendukung lainnya agar proses pemasangan berjalan lancar dan aman bagi warga. Sementara untuk pembiayaannya dilakukan secara sengkuyung atau patungan seikhlasnya tanpa proposal untuk penggalangan dana," jelasnya.
3. Warga ingin menunjukkan rasa nasionalisme mereka

Lebih lanjut Rahmad mengungkapkan kalau pemasangan bendera ini bertujuan untuk menunjukkan semangat gotong royong, kebersamaan, sekaligus memupuk rasa nasionalisme warga dusun menyambut Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-81 tahun 2026 ini. Ia sangat bangga karena masyarakat di lingkungannya kompak hingga akhir.
"Kami ingin menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup dan nyata di tengah masyarakat. Sekaligus memupuk rasa nasionalisme warga," tutupnya.



















