BPBD Ngawi Mulai Dropping Air Bersih ke- 6 Desa Terdampak Kekeringan

BPBD Ngawi mulai mendistribusikan air bersih sejak 1 Agustus 2026, termasuk satu tangki 5.500 liter ke Dusun Kaligede, untuk enam desa terdampak kemarau.
Krisis terparah terjadi di Ngancar dan Cantel, Kecamatan Pitu, dengan sumur mengering sekitar tiga bulan; warga memakai air dasar sungai untuk mandi dan mencuci.
BPBD mencatat 11 dusun di 11 desa pada lima kecamatan terdampak kekeringan dan akan melanjutkan dropping air sesuai kebutuhan hingga sumber air warga pulih
Ngawi, IDN Times ā Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Sedikitnya enam desa di empat kecamatan kini bergantung pada dropping air karena sumur warga mulai mengering.
1. BPBD mulai kirim 5.500 liter air ke desa terdampak

BPBD Kabupaten Ngawi melaporkan telah mulai melakukan dropping air bersih sejak Sabtu (1/8/2026). Pada Senin (3/8/2026), satu tangki berkapasitas 5.500 liter dikirim ke Dusun Kaligede, Desa Ngancar, Kecamatan Pitu.
Selain ke Dusun Kaligede, bantuan juga disalurkan ke sejumlah dusun di enam desa, yakni Kenongorejo, Ngancar, Cantel, Kiyonten, Karangtengah, dan Prandon. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
2. Sumur mengering, warga hanya mengandalkan air dari dasar sungai

Krisis air bersih paling parah terjadi di Desa Ngancar dan Desa Cantel, Kecamatan Pitu. Hampir seluruh sumur warga di kawasan pinggiran hutan tersebut telah mengering selama sekitar tiga bulan terakhir.
Di Dusun Kaligede, warga hanya mengandalkan satu lubang di dasar sungai sebagai sumber air. Air yang keluar sangat sedikit sehingga harus diambil bergantian menggunakan gayung agar tidak keruh.
"Ambilnya pakai gayung pelan-pelan, gantian supaya airnya tidak kotor. Air itu dipakai untuk mencuci dan mandi," kata Suyati, warga setempat.
Sementara untuk kebutuhan memasak dan air minum, warga harus berjalan kaki ke rumah tetangga yang sumurnya masih memiliki sedikit cadangan air.
"Kalau untuk minum kami minta ke warga yang sumurnya masih ada air. Untuk mandi dan mencuci ya ke sungai," ujar Suwati.
3. Sebanyak 11 dusun di lima kecamatan masuk wilayah rawan kekeringan

Petugas BPBD Kabupaten Ngawi, Yudha Herlambang, mengatakan permintaan bantuan air bersih terus bertambah seiring meluasnya dampak kemarau.
"Saat ini sudah ada permintaan dropping air dari sejumlah dusun di enam desa. Penyaluran kami lakukan sejak kemarin, satu tangki berisi 5.500 liter air," katanya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Ngawi, terdapat 11 dusun di 11 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Sine, Pitu, Kasreman, Bringin, dan Ngawi, yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan hingga kondisi sumber air warga kembali normal.



















