Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Guru Vokasi Jatim Digenjot Kuasai Teknologi, Dindik Bekali Skill IT
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai saat memantau langsung pelatihan kompetensi guru. Dok. Dindik Jatim.
  • Dindik Jawa Timur melatih 75 guru SMA, SMK, dan PKPLK pada 24–30 Juli 2026 untuk memperkuat kompetensi vokasi berbasis teknologi informasi.
  • Pelatihan mencakup desain grafis, animasi, web desain, fotografi, dan videografi, serta uji kompetensi untuk mengukur peningkatan kemampuan guru.
  • Dindik menilai durasi pelatihan masih terbatas, sementara peserta berencana menerapkan materi digital kepada siswa agar lebih sesuai kebutuhan industri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) mempercepat peningkatan kualitas guru vokasi dengan membekali kompetensi berbasis teknologi informasi (IT). Langkah ini dilakukan agar guru produktif SMK mampu mengikuti perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang bergerak semakin cepat.

Sebanyak 75 guru SMA, SMK, dan PKPLK dari berbagai daerah di Jatim mengikuti Pelatihan Pengembangan Kompetensi Vokasi Berbasis IT dan Uji Kompetensi Angkatan II yang digelar UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK) Dindik Jatim pada 24–30 Juli 2026.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, pelatihan difokuskan pada lima kompetensi digital yang saat ini banyak dibutuhkan industri, yakni desain grafis, animasi, web desain, fotografi, dan videografi.

"Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin UPT PTKK yang tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga dilengkapi dengan uji kompetensi. Melalui uji kompetensi tersebut, kami dapat mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan para guru setelah mengikuti pelatihan," ujarnya.

Menurut Aries, peningkatan kompetensi guru menjadi kunci dalam mencetak lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Namun demikian, Aries mengakui durasi pelatihan masih menjadi tantangan. Berdasarkan masukan dari peserta maupun instruktur, waktu pelaksanaan dinilai belum cukup untuk mendalami materi secara optimal, terutama dalam menyeimbangkan teori dan praktik.

"Dunia industri berkembang sangat cepat. Karena itu kami akan terus mendorong pelatihan-pelatihan bagi guru agar mereka mampu mengikuti perkembangan teknologi. Harapannya, para siswa nantinya juga memiliki keterampilan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri," tegasnya.

Salah seorang peserta, Heri Purwanto, guru SMKN 7 Malang, mengaku pelatihan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pengembangan kompetensi vokasi berbasis IT yang diselenggarakan UPT PTKK Dindik Jatim.

Ia mengikuti kelas web desain dan mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, mulai dari konsep dasar hingga praktik merancang tampilan situs web.

"Selama tiga hari mengikuti pelatihan web desain, kami memperoleh banyak manfaat. Hari pertama lebih banyak teori, kemudian dilanjutkan praktik sehingga kami mulai memahami dasar-dasar desain web, mulai dari penyusunan struktur, frame, hingga elemen yang dapat memperjelas dan memperindah tampilan website," kata Heri.

Ia memastikan materi yang diperoleh akan diterapkan kepada siswa kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di sekolahnya agar lulusan memiliki kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri digital.

Editorial Team

Related Article