Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Geger Gumpalan Cahaya Mirip Rudal di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Geger Gumpalan Cahaya Mirip Rudal di Malang, Ini Penjelasan BMKG
Fenomena Space Jellyfish yang hebohkan warga Malang. (Instagram/@malang_kidulan)
Intinya Sih
  • BMKG Malang menegaskan gumpalan cahaya mirip rudal yang viral bukan senjata, melainkan sampah antariksa atau roket terbakar saat memasuki atmosfer bumi.
  • Fenomena serupa juga terpantau di berbagai wilayah Indonesia seperti Lampung, Natuna, Sulawesi, dan Kalimantan pada awal April 2026.
  • BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik karena fenomena ini umum terjadi di jalur orbit satelit sekitar khatulistiwa dan tidak berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Warga Kabupaten Malang belakangan digegerkan dengan fenomena gumpalam cahaya yang berbentuk rudal di langit pada malam hari. Video gumpalan cahaya ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @malang_kidulan yang memperlihatkan warga heboh dengan cahaya diduga rudal pada Sabtu (11/4/2026).

1. BMKG memastikan itu bukan rudal

IMG-20260412-WA0016.jpg
Fenomena Space Jellyfish yang hebohkan warga Malang. (Instagram/@malang_kidulan)

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso memastikan jika gumpalan cahaya yang melintas di langit pada malam hari bukanlah senjata, melainkan sampah antariksa atau roket yang terbakar saat masuk atmosfer. Cahaya terang berbentuk ekor ubur-ubur atau space jellyfish ini muncul akibat pantulan sinar matahari pada gas buangan roket.

"Efek space jellyfish ini adalah cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar, sering kali disebabkan oleh roket Tiongkok (seperti Long March CZ-3B) yang memantulkan cahaya matahari di ketinggian tinggi saat bumi sudah gelap. Jadi kemungkinan besar sampah antariksa (space debris) atau tahap roket yang terbakar (re-entry) saat memasuki atmosfer bumi," terangnya pada Minggu (12/4/2026).

2. Tidak hanya di Malang, fenomena ini juga terlihat di berbagai daerah di Indonesia

ilustrasi sedang melihat langit menggunakan teropong (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi sedang melihat langit menggunakan teropong (pexels.com/Thirdman)

Ricko juga menjelaskan jika fenomena ini bukan sekali terlihat, fenomena ini belakang sering terjadi dan terlihat oleh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Kebetulan fenomena ini terlihat di wilayah Malang pada 11 April 2026.

"Fenomena ini juga terlihat melintas di langit malam berbagai wilayah Indonesia. Contohnya seperti di Lampung lada 4 April 2026, kemudian juga di Natuna, Sulawesi, dan Kalimantan pada pada 9 April 2026," jelasnya.

3. Masyarakat tidak perlu panik sengan fenomena ini

ilustrasi teropong atau teleskop untuk mengamati hilal. (unsplash.com/Matthew Ansley)
ilustrasi teropong atau teleskop untuk mengamati hilal. (unsplash.com/Matthew Ansley)

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan jika fenomena ini sering terjadi di wilayah khatulistiwa karena merupakan jalur orbit satelit dan sampah antariksa yang terbakar. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan mengira fenomena ini sebagai serangan udara.

"Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir terhadap fenomena tersebut. Karena itu bukan senjata apalagi rudal," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More