Jatim Juara SNBT, 24.213 Murid Lolos, Khofifah Sebut Tugas Kepsek Berat

- Jawa Timur mencatat prestasi nasional dengan 24.213 siswa lolos SNBT 2026, meningkat hampir 20 persen dari tahun sebelumnya dan tetap menjadi provinsi dengan hasil tertinggi di Indonesia.
- Gubernur Khofifah menegaskan tugas kepala sekolah makin berat setelah melantik 65 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri, menuntut mereka menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Jatim.
- Program afirmatif pendidikan di Madura menunjukkan hasil positif dengan peningkatan signifikan kelulusan SNBT di empat kabupaten, menandakan pemerataan kualitas pendidikan mulai tercapai.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memberi pesan khusus kepada puluhan kepala sekolah yang baru dilantik. Di tengah capaian pendidikan Jatim yang kembali mencatatkan prestasi nasional, Khofifah menegaskan tugas para kepala sekolah ke depan justru semakin berat.
Pesan itu disampaikan Khofifah usai melantik 65 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di lingkungan Pemprov Jatim. Menurutnya, capaian murid Jatim yang kembali menjadi yang terbaik secara nasional dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 harus menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi para kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
"Tugas kepala sekolah makin berat karena prestasi kita sudah luar biasa. Kerja keras kepala sekolah, guru, murid, wali murid dan komite sekolah selama ini menghasilkan capaian yang sangat membanggakan, termasuk Jatim yang kembali menjadi yang tertinggi se-Indonesia dalam SNBT," ujar Khofifah.
Prestasi tersebut melanjutkan dominasi Jawa Timur dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan Jatim per 31 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 24.213 siswa Jatim lolos SNBT 2026. Jumlah itu meningkat 4.024 murid atau naik 19,9 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 20.189 murid.
Tak hanya melalui jalur tes, Jatim juga lebih dulu mencatatkan prestasi tertinggi nasional pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 29.046 murid asal Jatim diterima di perguruan tinggi negeri dari total 108.122 pendaftar, tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia.
Bagi Khofifah, capaian tersebut menjadi indikator penting keberhasilan satuan pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus menjawab tantangan bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia.
"Kalau kita bicara bonus demografi, maka anak-anak muda ini harus mendapatkan asupan pendidikan yang baik, berkualitas, dan semakin merata," katanya.
Khofifah juga menyoroti keberhasilan program afirmatif pendidikan di Pulau Madura. Program Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas dinilai mulai menunjukkan hasil nyata terhadap pemerataan kualitas pendidikan.
Menurutnya, peningkatan jumlah murid yang diterima di perguruan tinggi dari empat kabupaten di Madura menjadi bukti bahwa intervensi pendidikan yang dilakukan mulai memberikan dampak signifikan.
Data Dindik Jatim mencatat wilayah Pamekasan mengalami kenaikan kelulusan SNBT sebesar 33,02 persen, Bangkalan naik 15,5 persen, Sumenep meningkat 10 persen, dan Sampang bertambah 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Program ini ternyata sangat efektif. Dari SNBP sampai SNBT ada peningkatan yang sangat signifikan pada murid SMA dan SMK di empat kabupaten Madura," ungkap Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan para kepala sekolah yang baru dilantik tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Selain harus mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), mereka juga dituntut menyusun strategi peningkatan prestasi akademik sekolah.
"Kepala sekolah harus langsung bekerja. Tidak ada waktu lagi untuk menyesuaikan diri karena ada tanggung jawab besar, mulai dari SPMB hingga menyiapkan strategi agar murid-murid mereka bisa lolos SNBP, SNBT, maupun sekolah kedinasan," kata Aries.
Aries menjelaskan, dari 88 calon kepala sekolah yang diusulkan, hanya 65 orang yang memenuhi syarat untuk dilantik. Sebanyak 30 di antaranya merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 30 lainnya merupakan hasil rotasi dan mutasi.
Ia menegaskan kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi figur administratif, melainkan harus menjadi teladan yang mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
"Kita berharap kualitas kepemimpinan kepala sekolah berjalan linier dengan peningkatan prestasi murid dan kualitas guru di satuan pendidikan yang mereka pimpin," katanya.
Selain unggul dalam jumlah murid diterima PTN, Jatim juga menjadi provinsi dengan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP 2026. Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jatim, sebanyak 8.915 murid berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.



















