Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gunung Lawu Siaga Karhutla, 4,5 Km Sekat Bakar Mulai Dibuat

Gunung Lawu Siaga Karhutla, 4,5 Km Sekat Bakar Mulai Dibuat
Cegah karhutla, petugas gabungan diterjunkan di gunung Lawu Magetan untuk pembuatan ilaran pemutus api. (IDN Times/Riyanto)
Intinya Sih
  • Sebanyak 125 personel dari Perhutani, TNI, Polri, BPBD, dan relawan membuat sekat bakar sepanjang 4,5 kilometer di jalur pendakian Cemoro Sewu untuk mencegah karhutla Gunung Lawu.
  • Kebakaran besar tahun 2023 menjadi pelajaran penting; pembuatan sekat bakar kini difokuskan melindungi sumber mata air dan jaringan distribusinya agar tidak rusak kembali.
  • Perhutani memperketat edukasi bagi pendaki agar tidak menyalakan api di kawasan hutan serta mengintensifkan patroli gabungan selama musim kemarau 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN Times Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui kawasan Gunung Lawu memasuki musim kemarau 2026. Belajar dari kebakaran besar yang terjadi pada 2023, Perum Perhutani KPH Lawu Ds bersama TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan warga memperkuat langkah mitigasi dengan membuat sekat bakar (ilaran) di jalur pendakian Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan.

Sebanyak 125 personel diterjunkan untuk membuka jalur pemutus api sepanjang sekitar 4,5 kilometer. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus melindungi kawasan hutan dan sumber mata air di Gunung Lawu.

1. Ratusan personel membuat sekat bakar sepanjang 4,5 kilometer

Idntimes.com
Cegah karhutla, petugas gabungan diterjunkan di gunung Lawu Magetan untuk pembuatan ilaran pemutus api. (IDN Times/Riyanto)

Perhutani melibatkan sekitar 125 personel dari berbagai unsur, mulai TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, relawan, hingga warga sekitar hutan. Mereka bergotong royong membuat ilaran atau sekat bakar sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer.

Wakil Administratur KPH Lawu DS, Hermawan, mengatakan langkah tersebut merupakan mitigasi dini menyusul prediksi BMKG yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang.

"Kegiatan hari ini merupakan mitigasi awal untuk mengantisipasi kebakaran hutan. Bersama Masyarakat Peduli Api, Polres, Kodim, BPBD, dan masyarakat kami membuat ilaran sebagai pemutus api apabila terjadi kebakaran," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

2. Kebakaran 2023 jadi pelajaran untuk melindungi sumber air

Hermawan mengungkapkan, kebakaran besar pada 2023 tidak hanya menghanguskan kawasan hutan Gunung Lawu, tetapi juga merusak jaringan pipa yang mengalirkan air dari sumber mata air pegunungan kepada masyarakat.

Karena itu, pembuatan sekat bakar tahun ini juga difokuskan untuk melindungi sumber mata air beserta jalur distribusinya. Pekerjaan dibagi menjadi tiga kelompok, dengan salah satu sektor terpanjang membentang dari titik penampungan air menuju Pos 2 jalur pendakian Cemoro Sewu.

3. Pendaki diminta tidak menyalakan api selama di kawasan hutan

Idntime.com
Cegah karhutla, petugas gabungan diterjunkan di gunung Lawu Magetan untuk pembuatan ilaran pemutus api. (IDN Times/Riyanto)

Selain mitigasi fisik, Perhutani memperketat edukasi kepada para pendaki Gunung Lawu. Mereka diingatkan untuk tidak menyalakan api guna menghangatkan tubuh karena vegetasi di kawasan tersebut sangat mudah terbakar.

Menurut Hermawan, Gunung Lawu didominasi ilalang, tanaman kerinyu, dan hutan cemara. Pohon cemara menjadi vegetasi yang paling sulit dipadamkan apabila terbakar.

"Saat ini kondisi kerinyu masih hijau. Harapannya vegetasi tetap bertahan hingga musim hujan datang sehingga risiko kebakaran dapat ditekan," katanya.

Perhutani memastikan patroli gabungan bersama Polres Magetan, Kodim 0804 Magetan, BPBD, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan masyarakat akan terus dilakukan selama musim kemarau 2026 untuk mencegah kebakaran hutan di Gunung Lawu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More