Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ESDM Jatim Diinfo Listrik Pulih, Tapi Masih Temukan Pemadaman Bergilir
ilustrasi mati listrik (unsplash.com/Alice Kotlyarenko)
  • Dinas ESDM Jatim masih menemukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah meski PLN menyatakan kondisi listrik mulai pulih sejak 20 Juni 2026.
  • Pemadaman bergilir merupakan kebijakan manajemen beban nasional dari pemerintah pusat yang diterapkan merata di seluruh 38 kabupaten dan kota Jawa Timur.
  • PLN telah meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat, sementara perbaikan pembangkit terus dilakukan agar sistem kelistrikan Jatim segera kembali normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur (Jatim) mengaku masih menemukan adanya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah, meski sebelumnya mendapat informasi dari PT PLN bahwa kebijakan pemadaman massal akibat manajemen beban telah berangsur berakhir sejak 20 Juni 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Jatim, Aftabuddin Rijaluzzaman, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, pemadaman bergilir seharusnya sudah jauh berkurang. Namun, pihaknya masih menerima informasi adanya gangguan listrik di beberapa daerah.

"Kami mendapat informasi dari PLN bahwa setelah tanggal 20 Juni kondisinya sudah berangsur pulih. Tetapi ternyata masih ada temuan pemadaman di lapangan," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, pemadaman bergilir merupakan kebijakan PLN yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai bagian dari manajemen beban kelistrikan nasional. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang terdampak dan pelaksanaannya dilakukan merata di seluruh 38 kabupaten/kota. "Pemadaman di PLN memang kebijakan dari pusat untuk manajemen beban. Jawa Timur kebagian dan itu diberlakukan di seluruh 38 kabupaten/kota," katanya.

Menurut Aftabuddin, PLN telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Timur atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama kebijakan tersebut berlangsung.

Ia menyebut kondisi pasokan listrik kini mulai membaik seiring rampungnya sebagian pekerjaan pemeliharaan pembangkit listrik. Meski begitu, satu unit pembangkit masih dalam proses perawatan sehingga potensi pemadaman tetap ada, meski tidak lagi bersifat masif. "Kalaupun masih ada pemadaman, mudah-mudahan tidak banyak lagi dan tidak semasif seperti kemarin karena sebagian perbaikan sudah selesai," katanya.

Aftabuddin optimistis sistem kelistrikan Jatim akan kembali normal setelah seluruh proses pemeliharaan pembangkit selesai dilakukan. Terlebih selama ini, Jatim dikenal sebagai daerah dengan surplus daya listrik yang menjadi penopang kebutuhan industri.

"Insyaallah ke depan aman. Harapan kami tidak ada lagi pemadaman yang masif. Namun soal kapan benar-benar selesai, itu menjadi kewenangan PLN," tegasnya.

Sebelumnya, pemadaman bergilir terjadi di berbagai wilayah Jatim sebagai bagian dari kebijakan pengaturan beban listrik nasional. Kebijakan itu sempat dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha.

Editorial Team

Related Article