Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPRD Surabaya akan Panggil Pengelola Mal soal Pemasangan Pagar
Pagar di Tunjungan Plaza. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • DPRD Surabaya akan memanggil pengelola dan asosiasi mal pekan depan untuk meminta penjelasan terkait pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan.
  • Ketua DPRD Syaifuddin Zuhri menilai pengamanan mal tidak perlu berlebihan karena Forkopimda telah mengantisipasi isu rencana aksi dan menjamin keamanan Surabaya.
  • Pakuwon Group memendekkan pagar di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall sesuai imbauan Wali Kota demi estetika, sambil mempertahankan fungsinya untuk keamanan pengunjung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bakal memanggil pengelola mal soal pemasangan pagar. Rencananya, mereka akan diundang ke kantor DPRD Kota Surabaya pekan depan.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa mal tak perlu bersikap berlebihan mengenai keamanan di Kota Pahlawan. Termasuk juga menanggapi isu-isu yang berkembang tentang rencana aksi yang belum tentu akan terjadi. "Kita mau sikapi rasa takut boleh saja tapi surabaya termausk forkopimda sudah memberikan antisipasi kita sudah menangkap isu isu itu, tapi yakinkan Surabaya pasti aman, jangan membangun opini berlebihan," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Ia menyebut sikap mal yang terkesan berlebihan ini seolah tak percaya dengan Forkopimda Kota Surabaya. Sebab menurutnya, Forkopimda telah bekerja dengan baik untuk menjaga Surabaya.

"Kita sarankan pengusaha pemilik mal jangan paranoid itu terkesan menunjukkan dia tidak yakin atas forkopimda Surabaya dan meremehkan warga Surabaya gak mau warga Surabaya itu kotanya dirusuhi dan dirusak semuanya," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera memanggil asosiasi pengusaha mal Surabaya menyikapi pemasangan pagar. Pihaknya akan meminta penjelasan mal mengenai alasan pemasangan tersebut.

"Akan kita rancang ini, termasuk penyikapan pagar tinggi itu dalam waktu dekat," pungkas dia.

Sebelumnya, pihak PT Pakuwon group akhirnya memendekkan ukuran pagar yang sebelumnya dipasang di sejumlah mal di Surabaya. Alasan menurunkan ketinggian pagar itu untuk menjaga estetika kota.

Pantauan IDN Times di mal Tunjungan Plaza (TP), terlihat pagar berwarna hijau dengan tinggi sekitar 2 meter itu masih terpasang di luar area mal. Namun, di bagian lain, pagar terlihat lebih pendek 50 sentimeter dari sisi lain.

Nampak pula sejumlah petugas tengah melakukan pengerjaan pagar. Petugas itu bilang bahwa pagar dipendekkan dari tinggi sebelumnya. "Iya dipendekkan," ujar salah satu petugas.

Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan pemangkasan ukuran pagar dilakukan di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza. Tujuannya adalah untuk menjaga estetika kota.

"Kami akan rapikan sesuai imbauan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk menjaga estetika kota. Yang kita rapikan atau dipendekkan di TP sama Pakuwon Barat. Karena secara estetika menutup gedung utama di dua lokasi itu," ujar Sutandi, Jumat (7/8/2026).

Walaupun ketinggian pagar dikurangi, fungsi pagar sebagai keamanan dan keselamatan pengunjung masih dipertahankan. Pagar tetap dibutuhkan sebagai pengarah jalur pejalan kaki agar aktivitas di sekitar pusat perbelanjaan berlangsung lebih aman.

Menurutnya, pemasangan pagar ini bukan pertama kalinya. Pakuwon telah memasang pagar di Royal Plaza sejak 2006. Pemasangan pagar disesuaikan dengan konsep setiap mal dengan tetap mempertahankan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article