Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dishub Minta Korban Pelecehan di Suroboyo Bus Tak Takut Lapor

Suroboyo Bus yang melintasi kawasan wisata Kota Lama Surabaya yang makin cantik. Instagram/surabaya
Suroboyo Bus yang melintasi kawasan wisata Kota Lama Surabaya yang makin cantik. Instagram/surabaya
Intinya sih...
  • Dishub Kota Surabaya merespons dugaan pelecehan pelajar perempuan SMP di Suroboyo Bus
  • Terduga pelaku naik bus dari Terminal Intermoda Joyoboyo pukul 16.03 WIB, namun aksi pelecehan tidak terlihat di rekaman CCTV
  • Keluarga korban tidak melapor, Dishub mengimbau agar siapapun yang mendapat pelecehan agar segera melapor
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya merespons dugaan korban pelecehan saat naik Suroboyo Bus pada Rabu (7/1/2026) lalu. Dishub pun meminta korban tidak takut lapor.

Plt Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengatakan, terduga pelaku saat itu naik Suroboyo Bus dari Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) pukul 16.03 WIB. Kemudian turu di Jalan Urip Sumoharjo padat 16.31 WIB.

"Terduga pelaku itu masuk naik TIJ pukul 16.03 WIB turun di urip sumoharjo pukul 16.31 tapi dari gambarnya ini karena filmnya (rekaman CCTV) panjang kami hanya melihat ketika terjadi tindakan itu gak kelihatan," ujar dia.

Tetapi, berdasarkan rekaman CCTV, aksi pelaku yang diduga melecehkan korban tidak terlihat. Sebab, pelaku dan korban sama-sama berdiri.

"Kami teliti gak kelihatan terjadinya penindakan itu berupa pelecehan. Kalau posisi pelaku korban dan pelaku berdiri korban berdiri juga," jelasnya.

Setelah peristiwa itu, keluarga korban tidak melapor, baik ke petugas maupun ke polisi. Sehingga, Trio pun mengimbau kepada siapapun yang mendapat pelecehan agar segera melapor, sehingga pelaku bisa segera ditindak.

"Silakan kalau terjadi di dalam unit kita ada helper silakan laporkan kami langsung tindak lanjut. Kami banyak menyelesaikan hal-hal seperti itu," imbau dia.

Trio juga mengimbau kepada warga Surabaya agar tidak melakukan tindakan tidak senonoh, terutama yang berkaitan dengan kejahatan. Ia berharap warga saling menghormati.

"Saya menghimbau ya warga Surabaya ayo sama-sama saling meghormati, saling menjaga kalau di angkuran umum tidak melakukan hal-hal yang melanggar ketentuan," pinta dia.

Selain itu, untuk menghindari kejadian tidak mengenakkan, Trio juga mengimbau agar penumpang Suroboyo Bus bisa duduk di kursi khusus perempuan. Ia juga berharap agar perempuan tidak berdiri saat naik bus.

"Kalau berdiri silakan jangan jauh dari tempat duduk pink. Jangan terlalu ke belakang," pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelajar SMP di Surabaya diduga mendapat pelecehan saat naik Bus Suroboyo, Rabu (7/1/2026). Korban saat itu naik bus bersama ibunya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, kejadian tersebut diketahui oleh warga saat korban di ibunya turun di Halte Urip Sumoharjo Surabaya. Ketika itu, korban menangis ketakutan.

Salah satu Saksi, Ali (58) mengatakan, berdasarkan cerita korban, diduga pelecehan dilakukan saat pelaku sedang berdiri. Bahkan, korban mengaku trauma setelah kejadian itu.

"(Korban dan pelaku) sama-sama berdiri. Korbannya SMP, masih pakai seragam, anaknya terlihat trauma banget," terang Ali.

Ali menyebut, setelah peristiwa di dalam bus, korban, ibunya dan pelaku turun di halte yang sama. Saat itu, warga yang melihat korban sedang menangis datang. Ini korban bercerita bahwa anaknya telah mendapatkan pelecahan oleh seorang pria yang baru saja ikut turun.

"Ibu dan anak turun halte sini, pelaku juga turun, karena anaknya ketakutan," jelas Ali.

Warga yang mengetahui terduga pelaku berlari masuk ke dalam sebuah gang. Beruntungnya gang itu buntu, sehingga pelaku langsung ditangkap oleh warga.

"Pelaku lari. Pelaku nggak ngaku sama sekali, sempat dipukul warga. Orangnya besar," ujarnya.

Setelah ditangkap warga, pelaku sempat dihakimi warga. Ali kemudian menelpon 110, sesaat kemudian Polsek Genteng datang untuk membawa pelaku.

Saat polisi datang, korban dan ibunya sudah pergi lebih dulu. Mereka pergi karena merasa trauma dengan kejadian itu.

"Suaminya datang, akhirnya mereka pergi supaya ga ada main hakim sendiri. Polisi datang, ibu sama anaknya sudah pergi, cuma ada pelaku sudah dibawa polsek," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Terobos Lampu Merah, Truk Tangki Hantam Pasutri di Ngawi

09 Jan 2026, 20:41 WIBNews