Khofifah Targetkan Produksi Jagung Jatim Capai 5,4 Juta Ton di 2026

- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, targetkan produksi jagung mencapai 5,4 juta ton di tahun 2026.
- Luas baku sawah di Jawa Timur saat ini mencapai 1.207.997 Ha dengan provitas 6,07 Ton/Ha dan produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 28 persen sebanyak 6.203.461 ton.
- Jagung merupakan komoditas strategis yang mendukung sektor peternakan dan agribisnis lainnya, dengan potensi surplus jagung pada 2026 diprediksi mencapai 1.203.818 ton.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memproyeksikan produksi jagung Jawa Timur akan mencapai 5,4 juga ton di tahun 2025. Jatim pun siap menyambut swasembada pangan yang digaungkan pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, Indonesia oleh Pak Presiden Prabowo telah dinyatakan swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras," kata Khofifah, Jumat (9/1/2026).
Khofifah merinci, saat ini luas baku sawah di Jawa Timur mencapai 1.207.997 Ha. Angka ini terdiri dari lahan irigasi seluas 719.598 Ha atau sekitar 59,57 persen dan lahan non irigasi atau tadah hujan seluas 488.379 Ha atau 40,43 persen.
Merujuk Angka Sementara BPS 2025, yang di publish pada 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jawa Timur mencapai 755.417 Ha dengan provitas 6,07 Ton/Ha dan produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 28 persen sebanyak 6.203.461 ton.
Sementara, produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 14 persen mencapai 4.585.921 ton. Rata-rata harga jagung tingkat produsen berada di angka 5.985 kg menurut Laporan Pelayanan Informasi Pasar. Realisasi Tanam Jagung Jawa Timur pada 2025 mencapai 990.011 Ha.
"Maka, Jawa Timur merupakan salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia karena kontribusi produksi kita sangat signifikan terhadap kebutuhan nasional. Insya Allah, ke depan, kita tetap akan jadi penguat bagi swasembada pangan," jelasnya.
Gubernur Khofifah menegaskan, Jawa Timur tidak hanya fokus pada penanaman, tapi juga memastikan hasilnya memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani.
"Konsen utama kita selalu petani. Apapun yang kita lakukan, itu pasti memikirkan petani. Maka dari itu, Alhamdulillah menurut BPS, NTP Jawa Timur pada bulan Desember 2025 lalu mencapai 118,96. NTP ini naik sebesar 3,95 persen, yang menjadikan kenaikan kita merupakan kenaikan tertinggi di Pulau Jawa," terangnya.
Hal ini, tutur Gubernur Khofifah, tentu menunjukkan posisi yang sangat kuat dan kesejahteraan petani di Jawa Timur. Ini juga menjadi indikator positif pendapatan petani yang terus meningkat dan semakin membaik.
Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI itu memaparkan bahwa produksi jagung dengan kadar air 14 persen diproyeksikan mencapai 5.445.158 ton dan 89.820 ton untuk kebutuhan konsumsi jagung pada 2026.
Proyeksi kebutuhan pakan ternak pada 2026 diprediksi 4.152.060 ton dan potensi surplus jagung 2026 diprediksi mencapai 1.203.818 ton.
"Jagung ini komoditas strategis karena jagung bukan hanya bahan pangan, tetapi juga pakan yang menopang sektor peternakan dan agribisnis lainnya. Sehingga, kalau kita bisa bertahan dalam swasembada pangan dengan jagung ini, Insya Allah kualitas ternak kita juga ikut meningkat," pungkas dia.


















