Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekspor Jatim Melonjak 15,33 Persen, Impor Turun Sepanjang 2025

Ilustrasi Ekspor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Ekspor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Ekspor Jatim tumbuh 15,33% menjadi USD27,63 miliar selama Januari–November 2025.
  • Komoditas perhiasan dan permata menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas Jatim.
  • Nilai impor Jatim turun 3,42% menjadi USD26,68 miliar selama periode yang sama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren positif sepanjang Januari–November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat nilai ekspor Jatim mencapai USD27,63 miliar, tumbuh 15,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Jatim, Zulkipli mengatakan, pertumbuhan ekspor tersebut ditopang kuat oleh sektor nonmigas, khususnya komoditas industri pengolahan dan perhiasan. “Kinerja ekspor Jawa Timur sepanjang 2025 cukup solid, terutama didorong ekspor nonmigas yang terus tumbuh positif,” ujarnya.

Pada November 2025, nilai ekspor Jatim tercatat sebesar USD2,29 miliar, meningkat 2,65 persen secara tahunan (y-on-y). Komoditas perhiasan dan permata masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas, dengan pangsa mencapai 23,33 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur sepanjang Januari–November 2025.

Dari sisi negara tujuan, Swiss tercatat sebagai tujuan utama ekspor Jatim, disusul Tiongkok, Amerika Serikat, dan kawasan ASEAN. Ekspor nonmigas ke Swiss mencapai USD4,22 miliar, hampir seluruhnya didominasi komoditas perhiasan dan permata.

Sementara itu, kinerja impor Jatim justru mengalami kontraksi. Sepanjang Januari–November 2025, nilai impor tercatat sebesar USD26,68 miliar, atau turun 3,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Pada November 2025 saja, impor Jawa Timur mencapai US$2,43 miliar, turun 1,99 persen (y-on-y). Impor nonmigas masih didominasi mesin dan peralatan mekanis, dengan Tiongkok menjadi negara asal utama impor Jatim.

Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan Jatim secara kumulatif Januari–November 2025 mencatat surplus US$0,96 miliar, membaik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mengalami defisit.

Menurut Zulkipli, surplus neraca perdagangan ini mencerminkan daya saing ekspor Jatim yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. “Penguatan ekspor dan terkendalinya impor menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jawa Timur ke depan,” pungkasnya

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Terobos Lampu Merah, Truk Tangki Hantam Pasutri di Ngawi

09 Jan 2026, 20:41 WIBNews