Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Puluhan Mahasiswa Asal Singapura Bantu Digitalisasi Koperasi Surabaya

IMG-20260109-WA0117.jpg
Mahasiswa UK Petra bersama SUTD saat datang ke koperasi di Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya sih...
  • 20 mahasiswa SUTD dan 40 mahasiswa UK Petra bantu digitalisasi Koperasi SMB Surabaya
  • Mahasiswa lintas negara rancang project untuk memperkuat operasional koperasi, fokus pada sistem pencatatan internal, perluasan jangkauan pasar, dan persiapan pembukaan toko fisik
  • Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya berencana mereplikasi prototipe digitalisasi ke UMKM lain di Kota Pahlawan jika berhasil
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 20 mahasiswa Singapore University of Technology and Design (SUTD) bersama 40 mahasiswa Universitas Kristen Petra turun ke Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) untuk membantu digitalisasi. Melalui program Global Exploration Opportunities (GEO) yang berlangsung pada 8-14 Januari 2026, para mahasiswa lintas negara ini merancang project untuk memperkuat operasional koperasi

Koperasi ini merupakan mitra binaan Dinas Koperasi Pemkot Surabaya yang memberdayakan penjahit lokal, lansia, hingga penyandang disabilitas. Meski omzet terus meningkat dan mulai merambah pasar swasta, tetapi sistem operasional di dalamnya dinilai perlu sentuhan teknologi.

PIC program GEO sekaligus Wakil Dekan 2 School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, S.E., M.M., mengatakan, program ini tidak hanya sekadar kunjungan budaya saja, tetapi juga menggunakan metode hackathon, di mana mahasiswa ditantang secara intensif selama dua hari terakhir untuk dapat menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization bagi kemajuan koperasi. Project tersebut dikerjakan oleh para mahasiswa setelah mendapat pembelajaran secara teori dan kunjungan sosial.

"Output-nya adalah prototipe berbasis web. Kami melibatkan mahasiswa Bisnis dan Informatika untuk membangun sistem menggunakan machine learning. Jadi, pengambilan keputusan ke depan harus berdasarkan data yang dimiliki oleh koperasi,” ujarnya ditemui di lokasi.

Menurutnya, akan ada tiga fokus utama pengembangan bagi Koperasi SMB yang dilakukan mahasiswa melalui digitalisasi. Pertama adalah perbaikan sistem pencatatan internal, memperluas jangkauan pasar dan persiapan pembukaan toko fisik (stokis) tahun 2026. “Jadi bagaimana mahasiswa dapat memberikan solusi nyata untuk permasalahan bagi koperasi SMB ini,” ujar Vido.

20 mahasiswa SUTD yang menjadi peserta merupakan mahasiswa angkatan tahun pertama dari berbagai program, sedangkan 40 mahasiswa Universitas Kristen Petra berasal dari Program Studi Informatics, School of Business and Management (SBM), dan Petra Business School. Bersama-sama mereka saling berkolaborasi membantu Koperasi Sumber Mulia Barokah mulai dari analisa trend penjualan, optimasi manajemen bahan baku, hingga digitalisasi pemilihan supplier agar lebih konsisten dan maksimal.

Observasi sendiri berlangsung pada 9 Januari 2026 di Koperasi Sumber Mulia Barokah mulai pukul 09.00 WIB. Dalam kegiatan observasi tersebut, para mahasiswa saling berinteraksi dengan para pekerja disabilitas dan lansia di lokasi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan melalui teknologi.

“Program imersi mancanegara SUTD ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka dalam menjawab tantangan keberlanjutan di wilayah setempat. Melalui kolaborasi lintas budaya, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim internasional guna mengasah pola pikir kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tutup Vido.

Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan bahwa program kolaborasi ini adalah wujud komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kelas UMKM melalui digitalisasi. Ia menjelaskan, Koperasi SMB merupakan salah satu padat karya unggulan yang berhasil memberdayakan warga kurang mampu. Meski omzet terus meningkat dan mulai merambah pasar swasta, tetapi sistem operasional di dalamnya dinilai perlu sentuhan teknologi.

"Kami mengedepankan bentuk koperasi untuk menaungi UMKM jahit ini. Saat ini perkembangannya bagus, sudah menerima order di luar pemerintah. Namun, kerja sama dengan UK Petra ini penting untuk membangun aplikasi stokis dan pemasaran agar pengelolaan barang dari bahan baku masuk hingga produksi selesai tidak lagi manual," ujar Mia biasa ia disapa.

Mia menambahkan, jika prototipe digitalisasi ini berhasil, Pemkot berencana mereplikasinya ke UMKM lain di Kota Pahlawan. "Ini meminimalisir potensi barang tercecer atau kesalahan hitung yang sering terjadi pada sistem manual," imbuhnya.

Ketua Koperasi SMB, Ucik Fatimatuzzahro, menyambut antusias kehadiran para akademisi di koperasinya. Dalam empat tahun berjalan, koperasi yang memiliki 111 anggota penjahit ini telah berkembang dari sekadar memproduksi seragam sekolah menjadi berbagai jenis pakaian seperti baju kerja, kaos, hingga busana muslim.

Oleh karena itu, kata Ucik pengembangan dalam hal digitalisasi khususnya untuk mempermudah manajemen sangat diperlukan dalam upaya memperluas jangkauan usaha. "Kami sangat terbatas dalam hal digitalisasi marketing dan manajemen. Kami berharap ada sistem seperti ‘rekam medis' untuk setiap Sumber Daya Manusia (SDM) atau yang bekerja di sini, sehingga performa penjahit dan biaya tenaga kerja tercatat dengan jelas. Dengan database digital, kami bisa menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) lebih efisien dan siap menyasar pasar di luar Pulau Jawa," kata Ucik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Sepekan Diresmikan, Satgas Premanisme Surabaya Baru Terima 1 Laporan

10 Jan 2026, 08:04 WIBNews