Konflik AS-Iran, Pertamina Pastikan Stok BBM di Jatim Aman

- Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan stok dan distribusi BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara tetap aman meski ada ketegangan global antara AS dan Iran.
- Perusahaan menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, Emergency) untuk menjaga rantai pasok energi serta menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi potensi kelangkaan di wilayah tertentu.
- Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pertamina membentuk Satgas khusus guna memantau kesiapan suplai, infrastruktur, serta layanan energi agar masyarakat tetap tenang dan terlayani optimal.
Malang, IDN Times - Konflik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran membuat kekhawatiran terhadap distribusi energi ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Tapi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan dan distribusi BBM bagi masyarakat tetap aman dan terkendali. Pertamina juga terus memantau secara cermat perkembangan global yang berpotensi memengaruhi proses pendistribusian energi di dalam negeri.
1. Pertamina pastikan strok BBM untuk wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara aman

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Jatimbalinus saat ini berada pada level yang aman. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir hingga melakukan panic buying.
"Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di momen Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan dan ditambah pola build up stock yang sudah dijalankan semenjak jelang Bulan Ramadhan," terangnya pada Jumat (6/3/2026).
Ia juga menyampaikan kalau pendistribusian BBM ke lembaga penyalur sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi dinamika maupun potensi gangguan dalam proses distribusi.
2. Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi jika muncul kelangkaan BBM di satu wilayah

Ahad juga mengatakan jika Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mengimplementasikan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga.
"Kita tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset. Serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko," ujarnya.
3. Pertamina akan bentuk Satgas BBBM untuk memantau kesiapan jelang Idul Fitri

Lebih lanjut, demi menyambut momen arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga juga akan memulai Kick Off Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret 2026. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik dalam membeli BBM sesuai kebutuhan. Apabila menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di lembaga penyalur, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135," pungkasnya.
















