Golkar Jatim Siapkan Kader Muda dan Perempuan Rebut Simpati Pemilih

- Golkar Jawa Timur melakukan konsolidasi menyeluruh hingga tingkat desa untuk memperkuat struktur partai dan memastikan pelayanan masyarakat lebih efektif sebelum Juni 2026.
- Partai menyiapkan kader muda dan perempuan sebagai pilar utama politik, dengan fokus pada peningkatan kapasitas manajerial serta kemampuan menyuarakan aspirasi generasi mereka.
- Penguatan internal dilakukan lewat bimbingan teknis bagi anggota fraksi daerah agar mampu membaca dinamika sosial dan merespons kebutuhan publik secara cepat dan tepat.
Surabaya, IDN Times - Di tengah dinamika politik yang kian cair dan tuntutan publik yang semakin kompleks, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih menempuh strategi konsolidasi menyeluruh hingga akar rumput. Langkah ini tidak sekadar penguatan struktur, melainkan upaya membangun ulang relevansi partai agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa konsolidasi bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan partai tetap “hidup” dan mampu menangkap aspirasi publik secara nyata.
“Target kami jelas, Juni 2026 seluruh struktur hingga tingkat kelurahan dan desa harus sudah tuntas. Ini penting agar energi partai bisa difokuskan untuk pelayanan masyarakat secara lebih efektif,” kata Ali, Sabtu (2/5/2029).
Namun di balik target struktural tersebut, tersimpan agenda yang lebih strategis membentuk mesin politik yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga adaptif terhadap perubahan sosial. Golkar Jatim menyadari bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal memenangkan pemilu, melainkan bagaimana tetap relevan di mata pemilih yang semakin kritis, khususnya generasi muda.
Untuk itu, berbagai rapat koordinasi teknis telah digelar, mencakup bidang organisasi, kepemudaan, hingga perempuan. Fokusnya adalah menyiapkan kader sejak dini, terutama dari kalangan muda dan perempuan, sebagai aktor utama dalam kontestasi politik mendatang. "Pemuda dan perempuan bukan lagi pelengkap. Mereka adalah pilar utama. Karena itu, kami dorong peningkatan kapasitas, baik secara manajerial maupun kemampuan mengartikulasikan aspirasi generasi mereka,” jelasnya.
Golkar Jatim juga memberi perhatian khusus pada peran Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Tidak sekadar mengejar keterwakilan 30 persen, partai ini ingin melahirkan figur-figur perempuan yang benar-benar kompetitif dan memiliki daya tarik elektoral. "Kami ingin srikandi Golkar bukan hanya memenuhi kuota, tapi mampu memenangkan hati masyarakat dan siap mengemban amanah di legislatif maupun eksekutif,” tegas Ali.
Di sisi lain, Golkar Jatim juga menyiapkan penguatan internal melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota fraksi di tingkat kabupaten/kota. Langkah ini dipandang krusial, mengingat fraksi merupakan wajah partai yang paling dekat dengan masyarakat.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, diharapkan para legislator Golkar mampu membaca perubahan cepat di tengah masyarakat sekaligus memberikan respons kebijakan yang tepat. “Fraksi adalah etalase partai. Karena itu, mereka harus terus di-upgrade agar bisa benar-benar hadir bersama masyarakat. Prinsip ‘Suara Rakyat adalah Suara Golkar’ harus menjadi kompas, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.


















