Jemaah Haji Probolinggo Kecelakaan di Madinah Dipastikan Sudah Pulih

- Seluruh jemaah haji asal Probolinggo yang mengalami kecelakaan di Madinah telah pulih, termasuk dua orang yang sempat dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
- Kecelakaan terjadi saat rombongan melakukan ziarah ke Jabal Magnet dan percetakan Al-Qur’an, akibat bus menabrak kendaraan yang keluar mendadak dari sisi jalan.
- PPIH Embarkasi Surabaya mengimbau seluruh jemaah dan penyelenggara agar lebih waspada serta mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan selama kegiatan di Tanah Suci.
Surabaya, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memastikan seluruh jemaah haji asal Probolinggo yang kecelakaan di Madinah sudah pulih. Setidaknya ada dua orang yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit lantaran mengalami luka ringan.
"Kalau terkait dengan korban itu semua sudah pulih, sudah kembali," ujar Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
Hanya saja, ada dua orang yang sempat dirawat di rumah sakit Arab Saudi harus melalui proses administrasinya. Sebab, perawatan di rumah sakit milik Arab Saudi dengan Pemerintah Indonesia berbeda.
"Jadi dua orang itu harus melalui administrasi sehingga mereka harus menunggu setelah proses administrasi ini selesai," tutur dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus yang mengangkut rombongan jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur mengalami kecelakaan di Jabal Magnet, Madinah, Arab Saudi, Selasa (29/4/2026). Seluruh jemaah dipastikan selamat.
Kecelakaan terjadi saat jemaah sedang melaksanakan kegiatan ziarah ke Jabal Magnet dan percetakan Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Probolinggo. "Jadi mereka KBIH mengadakan kegiatan ziarah, kemudian ada kendaraan yang nyelonong mendadak keluar dari sisi jalan, maka bisnya tidak bisa mengendalikan diri akhirnya tabrakan itu," ujarnya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya Rabu (29/8/2026).
Akibatnya, bagian depan bus ringsek dan kaca pecah. Beruntungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Meski begitu, ada sekitar lima jemaah yang mengalami luka ringan, dua di antaranya dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi. Ia memastikan, korban luka sudah mendapat penanganan oleh petugas medis terkait. "Ada dua yang dibawa ke rumah sakit Arab Saudi dan itu juga sudah baik. Namun mereka belum bisa kembali karena harus tetap membuat report terkait dengan apa kondisi fisiknya. Artinya ada laporan lah seperti itu," jelasnya.
Atas tragedi ini, ia mengimbau seluruh jemaah dan pihak penyelenggara kegiatan agar meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas di Tanah Suci.
“Kami mengimbau agar seluruh pihak lebih berhati-hati, khususnya dalam kegiatan di luar rangkaian ibadah utama, serta selalu memperhatikan aspek keselamatan dan mengikuti arahan petugas,” tegasnya.


















