Perempuan di Surabaya Meninggal Terimpa Tembok Ambruk

Seorang perempuan pengendara motor bernama LW (46) meninggal setelah tertimpa tembok balkon rumah di Jalan Kebraon Indah Permai, Surabaya, saat hujan deras disertai angin kencang.
Tembok yang ambruk memiliki tinggi sekitar 15 meter dan lebar 4 meter, sementara gedungnya mencapai 25 meter; penyebab keruntuhan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Korban sempat dibawa ke RS Siti Khadijah dengan luka berat di kepala, tangan, dan kaki, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia; lokasi kejadian kini dipasangi garis polisi.
Surabaya, IDN Times - Seorang perempuan pengendara motor, LW (46) warga Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya tertimpa tembok, Jumat (6/3/2026). LW meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kebraon Indah Permai, Surabaya. Saat itu Surabaya sedang diguyur hujan disertai angin kencang.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan, tembok yang roboh itu merupakan balkon rumah yang terbuat dari cor-coran. Ketinggian tembok yang roboh mencapai 15 meter dan lebar 4 meter.
"Tinggi gedungnya mencapai 25 meter. Untuk penyebab (roboh) belum diketahui," kata Linda.
Setelah kejadian itu, LW mengalami luka cidera otak berat, close fraktur kaki kiri dan close fraktur tangan kanan. Ia pun langsung dibawa ke RS Siti Khadijah untuk penanganan lebih lanjut.
Sayangnya, saat berada di rumah sakit, LW dinyatakan meninggal dunia. "Kondisi terakhir, korban meninggal dunia di RS Siti Khadijah," jelas Linda.
Linda menambahkan, barang bukti roda dua milik LW dibawa ke Kelurahan Balas Klumprik oleh pihak kelurahan. Area sekitar juga telah diberi garis polisi untuk proses penyelidikan.
















