Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menteri LH Bilang, Satu PSEL Lagi Bakal Dibangun di Surabaya

Menteri LH Bilang, Satu PSEL Lagi Bakal Dibangun di Surabaya
Menteri LH, Hanif Faisol saat bersih-bersih sekitar sungai Kalimas. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Pemerintah pusat dan Pemkot Surabaya menyiapkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) kedua setelah Benowo untuk mengatasi volume sampah kota yang mencapai 1.800 ton per hari.
  • Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut anggaran proyek PSEL sedang dikawal dan akan dicairkan setelah mendapat izin dari Mensesneg serta Menkeu, dengan target realisasi tahun ini.
  • PSEL baru diharapkan mampu menampung sampah dari daerah sekitar Surabaya, sementara masyarakat tetap diminta memilah sampah dari rumah agar pengelolaan lebih efisien dan bernilai ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini tengah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah tambahan berupa Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Bila rencana ini terealisasikan maka Surabaya akan punya dua PSEL selain di Benowo.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pihaknya sedang mengawal anggaran pengolaan sampah menjadi energi listrik di Surabaya. Anggaran akan dicairkan segera menunggu izin dari Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) dan Menteri Keuangan (Menkeu).

"Tahun ini untuk 2026 kita akan sampaikan karena tahun kemarin adanya perubahan Perpres yang kemudian terkendala sedikit. Jadi tahun ini (terealisasi) setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK," kata dia.

Kota Surabaya menghasilkan 1.800 ton sampah setiap harinya. 800 ton di antaranya masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk itu, Hanif berharap dengan penambahan PSEL baru ini mampu menyelesaikan sisanya.

Selain itu, PSEL kedua tersebut juga bakal menampung sampah dari kabupaten lain di sekitar Surabaya. "Kemudian dari 1800 yang masuk PSEL diproyeksikan seribuan lebih. Kemudian ada sisa 800, kemudian berbagi dengan Kabupaten sebelah, Kota sebelah, sehingga mencapai 1000 ton, kita sudah mengusulkan ke Pak Presiden untuk dilakukan pembangunan PSEL tahap kedua," sebutnya.

Meski demikian, Hanif tetap menekan masyarakat untuk melakukan pemilihan sampah mulai dari rumah. Dengan begitu, jumlah sampah yang masuk di PSEL bisa ditekan.

“Pengelolaan sampah yang paling ideal adalah yang dimulai dari rumah tangga, melalui pemilahan sampah secara konsisten. Dengan pemilahan yang baik, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang semata, tetapi bisa menjadi sumber daya ekonomi, sumber energi, dan sumber daya baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More