Di Balik Ibadah Haji, Ada Gelang yang Jadi Penyelamat Jemaah
- Gelang pengenal menjadi identitas penting jemaah haji dari Embarkasi Surabaya, berfungsi sebagai alat keamanan dan identifikasi saat berada di Tanah Suci.
- Sembilan pengrajin asal Jepara memproduksi ratusan ribu gelang secara manual dengan data lengkap jemaah yang diambil dari sistem SISKOHAT.
- Gelang berbahan stainless steel Jepang ini tahan karat, aman bagi kulit, dan dipasangkan langsung oleh petugas PPIH sebelum keberangkatan.
Surabaya, IDN Times - Di balik riuhnya pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya, ada satu detail kecil yang memegang peran krusial. Gelang pengenal. Benda sederhana ini menjadi “identitas hidup” jemaah selama berada di Tanah Suci, sekaligus penopang sistem pengamanan jika terjadi kondisi darurat.
Tahun ini, ratusan ribu gelang disiapkan secara manual oleh para pengrajin yang didatangkan khusus dari Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak sembilan pengrajin bekerja maraton untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan gelang dengan identitas lengkap sebelum berangkat.
“Di sini total ada sembilan pengrajin dari Jepara yang membuat gelang untuk jemaah setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya,” ujar pengrajin, Muhammad Ivan, Kamis (23/4/2026).
Gelang tersebut bukan sekadar aksesoris. Di dalamnya tercantum data penting seperti nama jemaah, nomor paspor, nomor maktab, hingga nomor kelompok terbang (kloter). Data ini menjadi kunci bagi petugas untuk mengidentifikasi jemaah jika terpisah dari rombongan di tengah padatnya aktivitas ibadah haji.
Proses pembuatannya pun tidak sederhana. Ivan menjelaskan, produksi dimulai dari input data jemaah berbasis Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), dilanjutkan pencetakan identitas, pencucian, pelengkungan, hingga pengemasan.
Dalam sehari, tim pengrajin mampu memproduksi sekitar 1.520 gelang untuk empat kloter. Jika jumlah kloter bertambah, kapasitas produksi bisa ditingkatkan hingga hampir 2.000 gelang per hari.
“Jumlahnya tidak selalu sama, tergantung kloter yang masuk. Kalau ada tambahan, kami bisa tingkatkan produksi,” katanya.
Selain presisi data, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Gelang dibuat dari bahan stainless steel Jepang dengan ketebalan 1,4 milimeter yang diklaim tahan karat, tahan panas, serta aman bagi kulit. “Dipakai mandi juga aman, bahkan bisa tambah bersih. Tidak menimbulkan iritasi,” tambah Ivan.
Setibanya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, gelang ini langsung dipasangkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kepada jemaah sebagai bagian dari prosedur wajib sebelum keberangkatan.

















