Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polrestabes Surabaya Proses Terduga Pelaku Joki UTBK SNBT Unesa

Polrestabes Surabaya Proses Terduga Pelaku Joki UTBK SNBT Unesa
Ilustrasi UTBK (Caribakatmu.com)
Intinya Sih
  • Polrestabes Surabaya tengah menangani kasus dugaan perjokian UTBK SNBT di Universitas Negeri Surabaya yang terjadi pada hari pertama ujian.
  • Panitia Unesa mendeteksi peserta mencurigakan melalui sistem pengawasan berlapis dan menemukan pemalsuan dokumen ijazah dengan foto berbeda namun nama sama.
  • Di UPN Veteran Jatim, terduga joki terungkap saat verifikasi wajah karena datang terlambat dan wajahnya tidak sesuai dengan data peserta terdaftar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Polrestabes Surabaya tengah memproses dugaan kecurangan praktek perjokian Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang terjadi di kampus Universitas Negeri (Unesa) Surabaya. Pelaku diduga beraksi saat UTBK SNBT hari pertama, Selasa (21/4/2026).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto membenarkan hal tersebut. Kini, kasus perjokian sedang dalam proses penanganan di Polrestabes Surabaya. "Iya itu benar (dugaan perjokian ditangani Polrestabes Surabaya)," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (22/4/2026).

Meski begitu, dirinya masih belum bisa menjelaskan detail kasus tersebut. "Tapi masih diproses," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, praktek perjokian terungkap di Universitas Negeri (Unesa) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur (Jatim) pada hari pertama UTBK, Selasa (22/4/2026). Pelaku kemudian diamankan petugas.

Di Unesa, praktek perjokian terdeteksi dalam ujian sesi pagi pukul 06.45–10.30 WIB. Dengan sistem pengawasan berlapis, panitia mencurigai identitas salah satu peserta. Namun, alih-alih langsung menghentikan ujian, panitia tetap membiarkan peserta menyelesaikan tes sebelum diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil pendalaman awal, dugaan kecurangan mengarah pada praktik perjokian dengan modus pemalsuan dokumen. Tim menemukan ketidaksesuaian pada ijazah yang digunakan peserta. Setelah dilakukan verifikasi ke sekolah asal, diperoleh salinan ijazah asli yang menunjukkan perbedaan mencolok pada bagian foto, meski nama yang tertera sama.

Sementara di UPN Veteran Jatim, modus yang dilakukan terduga pelaku joki adalah datang terlambat. Diduga, keterlambatan ini merupakan modus pelaku untuk mencari celah kelemahan pengawas pengawas.

Dugaan praktek perjokian di UPN Veteran Jatim terungkap saat pengawas sedang melakukan verifikasi wajah dan data. Saat memastikan kesamaan wajah, pengawas memiliki keraguan karena wajah pelaku berbeda dengan peserta terdaftar. Apalagi setelah melakukan pendalaman kasus melalui verifikasi dan konfirmasi dengan pihak sekolah asal.

Ternyata dugaan tidak meleset, Selanjutnya terduga joki dilaporkan kepada Ketua pelaksana UTBK UPN Veteran Jatim untuk proses lebih lanjut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More