Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fast Track Mecca Route Minim Pemeriksaan, Bikin Jemaah Langsung Cus

Fast Track Mecca Route Minim Pemeriksaan, Bikin Jemaah Langsung Cus
Calon jemaah haji embarkasi Surabaya saat akan berangkat di Bandara Juanda. Dok. Manajemen Bandara Juanda.
Intinya Sih
  • Layanan fast track Mecca Route di Bandara Juanda memudahkan jemaah haji karena proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan di Indonesia, sehingga setiba di Madinah tak perlu antre panjang.
  • Sebanyak 760 jemaah dari dua kloter pertama asal Probolinggo diberangkatkan menggunakan Saudia Airlines, dengan fasilitas Mecca Route terpusat di area Gate 13–15 Terminal 1.
  • Bandara Juanda meningkatkan fasilitas seperti musala, toilet, dan keamanan berlapis untuk mendukung keberangkatan 43.623 jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan NTT hingga 21 Mei 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Layanan fast track atau Mecca Route kembali menjadi andalan dalam pemberangkatan jemaah haji dari Bandara Internasional Juanda tahun 2026. Fasilitas ini memungkinkan ratusan jemaah kloter pertama Embarkasi Surabaya menjalani proses keimigrasian Arab Saudi sejak di tanah air, sehingga setibanya di Madinah mereka tidak perlu lagi antre panjang di bandara tujuan.

Sebanyak 380 calon jemaah haji kloter pertama diberangkatkan pada Rabu (22/4/2026) pagi menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5347. Mereka lepas landas dari Bandara Internasional Juanda pukul 09.30 WIB menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz.

General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa pada hari pertama pemberangkatan terdapat dua kloter asal Kabupaten Probolinggo dengan total 760 jemaah. Seluruhnya mendapatkan layanan Mecca Route yang dipusatkan di area Gate 13 - 15 Terminal 1.

“Melalui Mecca Route, proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan di Juanda. Jadi saat tiba di Madinah, jemaah bisa langsung menuju bus tanpa proses tambahan,” ujarnya.

Layanan ini menjadi salah satu kunci percepatan arus kedatangan jemaah di Arab Saudi, sekaligus mengurangi kelelahan setelah perjalanan panjang. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Arab Saudi yang ditempatkan di bandara keberangkatan.

Untuk mendukung kelancaran layanan tersebut, pengelola bandara telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas, mulai dari renovasi musala, penambahan toilet, hingga penyediaan akses jalan dan fasilitas air minum.

Selain itu, pengamanan berlapis juga diterapkan melalui penempatan petugas Aviation Security (Avsec) di asrama haji serta pengawalan bus jemaah oleh Airport Movement Control (AMC) hingga ke sisi udara.

Pemberangkatan haji dari Embarkasi Surabaya tahun ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026, dengan total 43.623 jemaah yang terbagi dalam 116 kloter dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More