Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nabung Rp20 Ribu, Guru Honorer Asal Probolinggo Akhirnya Naik Haji

Nabung Rp20 Ribu, Guru Honorer Asal Probolinggo Akhirnya Naik Haji
Sepasang guru honorer asal Probolinggo saat berada di Asrama Haji Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Roisyatul Khoiriyah, guru honorer asal Probolinggo, akhirnya berangkat haji bersama suaminya setelah menabung selama 16 tahun dengan menyisihkan Rp20 ribu dari gajinya setiap bulan.
  • Keinginan berhaji muncul sejak 2010 setelah melihat saudaranya pulang haji, lalu ia mulai menabung pada 2012 meski hanya bergaji Rp1,4 juta dan juga bekerja sebagai guru ngaji.
  • Pasangan ini seharusnya berangkat pada 2024 namun tertunda akibat pandemi COVID-19, hingga akhirnya tergabung dalam kloter pertama yang terbang ke Tanah Suci pada April 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times- Roisyatul Khoiriyah Suyoko Siham (56) dan suaminya Abdul Syakur (60) duduk di halaman Asrama Haji Embarkasi Surabaya dengan wajah sumringah, Selasa (21/4/2026). Mimpi pasangan guru honorer ini untuk bisa menunaikan ibadah haji sejak 16 tahun lalu akhirnya terwujud.

Baju seragam calon jemaah haji warna biru itu sudah melekat sejak berangkat dari Probolinggo. Tak lupa ID card dan kartu nusuk mengalung di dadanya.

Roisyatul mengaku bahagia, penantian panjangnya berangkat ke Tanah Suci akhirnya sampai juga. Keinginan berhaji sudah ada sejak tahun 2010, saat dirinya melihat sang saudara pulang haji.

Dua tahun berselang, Roisyatul keinginannya berhaji semakin kuat. Ia membulatkan tekat untuk mulai mendaftar haji. "Tahun 2010, itu waktu mbak saya yang berangkat. Jadi saya terharu, jadinya nabung di 2012," ujarnya.

Sedikit demi sedikit gaji dari mengajar sebagai guru honorer di salah satu MI di Probolinggo ia kumpulkan. Meski hanya bergaji Rp1,4 juta perbulan, ia sisihkan Rp20 ribu perbulan untuk berangkat haji. "Insya allah cukup, setiap nabungnya sisanya (gaji) kadang yang Rp20 tiap bulan. Pokonya sisanya. Kalau ada sisa banyak saya tabung. Kalau ada sedikit ditabung," kata dia.

Selain guru honorer, Roisyatul juga nyambi sebagai guru ngaji. Pekerjaan guru ngaji ini dia lakukan sore hari, usai mengajar di MI.

Setelah bertahun-tahun menabung, Roisyatul dan suaminya seharunya berangkat pada 2024 lalu, terapi karena ada COVID-19, keberangkatannya pun mundur dua tahun. "Tidak ada perasana apa. Tapi saya itu bisa menabung sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit," kata dia.

Meski keberangkatan mundur, Roisyatul mengaku tetap bersyukur. Sebab, ia tetap bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

"Doa terbaik untuk keluarga, anak sudah semua, sudah dapat istri dapat suami. Doanya untuk anak-anak yang terbaik. Dan semoga bisa melaksanakan ibadah haji juga," pungkas dia.

Roisyatul dan suami tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1. Keduanya sudah terbang menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More