Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dari Aspirasi ke Manipulasi, Ini Modus Korupsi Pokir DPRD Magetan

Dari Aspirasi ke Manipulasi, Ini Modus Korupsi Pokir DPRD Magetan
Ketua DPRD Magetan, Suratno bersama 5 orang tersangka lainnya saat di masukkan ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.
Intinya Sih
  • Kejaksaan Negeri Magetan mengungkap dugaan korupsi dana Pokir DPRD yang dijalankan secara sistematis dari tahap perencanaan hingga pencairan hibah.
  • Kelompok penerima hibah hanya dijadikan formalitas, sementara proposal dan laporan pertanggungjawaban dikondisikan oleh pihak terafiliasi dengan oknum dewan.
  • Ditemukan pemotongan dana, pengalihan kegiatan ke pihak ketiga, serta proyek fiktif dengan laporan rapi yang menutupi penyimpangan dan merugikan keuangan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Magetan, IDN Times – Kejaksaan Negeri Magetan membongkar dugaan korupsi dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang dilakukan secara sistematis. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, mengungkap praktik ini melibatkan penguasaan penuh alur hibah, dari perencanaan hingga pencairan.

1. Kelompok penerima hanya formalitas

Ketua DPRD Magetan, Suratno bersama 5 orang tersangka lainnya saat di masukkan ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.
Ketua DPRD Magetan, Suratno bersama 5 orang tersangka lainnya saat di masukkan ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.

Kelompok masyarakat penerima hibah ternyata hanya dijadikan pelengkap administrasi. Proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) tidak disusun mandiri, melainkan telah dikondisikan oleh pihak yang terafiliasi dengan oknum dewan.

“Aspirasi masyarakat hanya dijadikan dokumen formal untuk meloloskan pencairan anggaran,” ujar Sabrul Iman.

2. Pemotongan dana dan alih kegiatan

Ketua DPRD Magetan, Suratno bersama 5 orang tersangka lainnya saat di masukkan ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.
Ketua DPRD Magetan, Suratno bersama 5 orang tersangka lainnya saat di masukkan ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.

Saat dana dicairkan, ditemukan praktik pemotongan dengan berbagai dalih, mulai dari biaya administrasi hingga kepentingan pribadi. Tak hanya itu, kegiatan yang seharusnya dilakukan secara swakelola justru dialihkan ke pihak ketiga.

3. Proyek fiktif, LPJ tampak rapi

Ketua DPRD Magetan Suratno dan 5 orang lainnya digelandang ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.
Ketua DPRD Magetan Suratno dan 5 orang lainnya digelandang ke mobil tahanan. IDN Times/Riyanto.

Modus lain adalah pengadaan barang yang diduga fiktif. Meski laporan administrasi terlihat rapi, kondisi di lapangan tidak sesuai dengan laporan.

“Kualitas pekerjaan tidak terjamin dan laporan keuangan dijadikan alat legitimasi untuk menutupi penyimpangan,” tegas Sabrul Iman.

Kejari menilai praktik ini memenuhi unsur tindak pidana korupsi karena melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta berpotensi merugikan keuangan daerah. Penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More