Sempat Mendarat Darurat di Oman, Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Aman

- Pesawat jemaah haji Debarkasi Surabaya kloter 30 asal Lamongan dan Tuban sempat mendarat darurat di Bandara Muskat, Oman karena masalah teknis setelah lepas landas dari Jeddah.
- Selama di Muskat, seluruh kebutuhan jemaah dijamin oleh pihak penyelenggara, termasuk akomodasi hotel bintang lima dan konsumsi yang disesuaikan dengan selera mereka.
- Setelah menginap satu malam, rombongan kembali terbang ke Indonesia dan tiba dengan selamat di Surabaya pada Selasa pagi, 9 Juni 2026.
Surabaya, IDN Times - Pesawat yang ditumpangi jemaah haji Debarkasi Surabaya kelompok terbang (kloter) 30 sempat mendarat darurat di Bandara Muskat, Oman karena masalah teknis Senin (8/6/2026). Kini, rombongan jemaah tersebut sudah kembali ke tanah air dengan selamat.
Kloter 30 merupakan jemaah asal Lamongan dan Tuban. Jemaah seharunya tiba di Surabaya pada Senin (8/6/2026) malam.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, As'adul Anam menjelaskan pesawat yang ditumpangi jemaah mengalami trouble beberapa saat setelah terbang dari Jeddah, Arab Saudi. Akibatnya, pesawat harus mendarat darurat di Muskat, Moscow.
"Jadi setelah terbang dari Jeddah kemudian technical landing di Muslat, kemudian sudah terbang selama 2 jam balik lagi. Sehingga hampir ada 8 jam yang menjadi pertanyaan jemaah kenapa kok sampai 18 jam sudah balik lagi," ujar Anam, Rabu (10/6/2026).
Anam memastikan, selama di Moscow, jemaah haji dijamin seluruh kebutuhannya. Mulai dari hotel hingga makan telah ditanggung maskapai.
"Jemaah juga diletakkan di hotel bintang lima. Kemudian makan juga dipenuhi. Bahkan makanannya cenderung bernuansa Eropa seperti itu. Tapi kalau siang sama malam masih bisa dipilih dan sesuai," jelasnya.
Setelah menginap satu malam di Moscow, rombongan jemaah kemudian bertolak kembali Tanah Air. Mereka pun sudah tiba ke Tanah Air dengan selamat pada Selasa (9/6/2026) pagi tadi. "Betul semalam landing di Surabaya," pungkas dia.

















